Laporkan Masalah

ANALISIS STATUS FUNGSI GINJAL MANTAN PENYALAHGUNA NARKOTIKA PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF ( NAPZA ) DI PUSAT REHABILITASI YAYASAN AL ISLAMI, PONDOK PESANTREN NURUL HAROMAIN KULONPROGO, PONDOK REHABILITASI TETIRAH DZIKIR, DAN RS GRHASIA

IMANUEL MARYO SOMBA, Dra. Suhartini, Apt, SU.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Penyalahgunaan NAPZA dapat berefek pada berbagai macam organ tubuh manusia, salah satunya adalah bisa berakibat fatal bagi ginjal. Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan, budaya dan pariwisata sangat dimungkinkan untuk dijadikan tempat potensial peredaran NAPZA di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status fungsi ginjal melalui BUN dan kreatinin pada mantan pengguna NAPZA di Pusat Rehabilitasi Yayasan Al-Islami, Pondok Pesantren Nurul Haromain Kulonprogo, Pondok Rehabilitasi Tetirah Dzikir dan Rumah Sakit Ghrasia Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross- sectional yang bersifat deskriptif analisis. Subyek penelitian adalah serum mantan penyalahguna NAPZA. Sampel serum diperiksa kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) dan Kreatinin . Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik Chi Square dengan Koreksi Yates untuk mengetahui hubungan di antara variabel- variabel yang diamati. Hasil: Dari 25 subyek kasus diperoleh hasil perbedaan bermakna (p < 0.05) terhadap perubahan status fungsi ginjal pada mantan penyalahguna NAPZA dilihat dari kadar kreatinin sedangkan pada kadar Blood Nitrogen Urea (BUN) tidak bermakna (p > 0.05). Hubungan antara durasi pemakaian NAPZA dan durasi rehabilitasi dengan hasil tes fungsi ginjal (BUN dan Kreatinin tidak bermakna secara statistik (p > 0.05). Peningkatan nilai BUN dan Kreatinin pada pengguna NAPZA (25 responden) dengan non pengguna NAPZA (31 responden) menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara statistik ( p > 0.05) Kesimpulan: Tes fungsi ginjal (BUN dan Kreatinin) pada mantan penyalahguna NAPZA hanya terdapat peningkatan pada kadar kreatinin sedangkan kadar BUN masih pada batas normal. Tidak ditemukan hubungan antara hasil tes fungsi ginjal dengan durasi pemakaian NAPZA dan durasi rehabilitasi. Kata kunci: NAPZA, BUN, Kreatinin

Background: Drugs abuse is known worldwide for its effect to human’s body. Kidney is one of human’s organs that can be fatally impacted. Yogyakarta is the city of knowledge, culture, and tourism, making it potential to become a strategic place for drugs trafficking in Indonesia. Goal: This study was conducted among the ex-drugs addicts in Yayasan Al-Islami Rehabilitation Center, Pondok Pesantren Nurul Haromain Kulonprogo, Tetirah Dzikir Rehabilitation Center, and Ghrasia Hospital Yogyakarta. It is aimed to measure the physiologic function of the ex-drug addicts’ kidney function through their Blood Urea Nitrogen (BUN) and creatinine levels. Method: We performed cross-sectional descriptive and analytic study. Subjects of this study are the ex-drugs addicts. Their serums were checked for Blood Urea Nitrogen and creatinine levels. Data was analyzed by Chi Square statistics with Yates Correction to understand the relationship between variables. Results: There is significant finding (p < 0.05) in the functional changes of ex-drugs addicts’ kidney due to their creatinine levels whereas there is no significant finding (p > 0.05) in their Blood Urea Nitrogen levels. There is also no significant finding (p > 0.05) in the relationship between the duration of drugs abusing and rehabilitation with the kidney function. Increase in BUN and creatinine levels of ex-drugs addicts (25 respondents) and non-drugs addicts (31 respondents) shows no significant finding (p > 0.05). Conclusion: There is only increase of creatinine levels in ex-drugs addicts’ kidney function test. There is no relationship between kidney function test with the duration of drugs abusing and rehabilitation. Key word: Drugs, BUN, Creatinine

Kata Kunci : Drugs, BUN, Creatinine


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.