PENINGKATAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL> 0,85 SEBAGAI FAKTOR RISIKO STROKE
FITRA REZIANA, Dr.dr.Ismail Setyopranoto, Sp.S(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang:Menurut WHO, stroke merupakan penyebab kematian ketiga di negara berkembang setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Beberapa faktor risiko stroke dapat dicegah, di antaranya adalah obesitas yang dapat dinilai menggunakan rasio lingkar pinggang-panggul. Namun, obesitas sebagai faktor risiko masih diperdebatkan. Tujuan: Mengetahui risiko peningkatan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap stroke. Metode penelitian: Penelitian case control pada periode bulan Agustus-September 2013. Penelitian dilakukan di Unit Stroke, Ruang Dahlia II IRNA I, dan Poli Saraf RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kasus: 20 subjek perempuan usia>45 tahun yang didiagnosis stroke. Knotrol: 20 subjek perempuan usia>45 tahun dengan diagnosis lain selain stroke. Subjek kemudian dikategorikan sebagasi obesitas dan non-obesitas berdasarkan pengukuran rasio lingkar pinggang-panggul.Hasil: Peningkatan rasio lingkar pinggang-panggul bukan merupakan faktor risiko stroke dengan OR=3,27 (95%CI: 0,80-13,35). Analisis menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi dengan OR=7,0 (95%CI: 1,74-28,17), sedangkan diabetes melitus dengan OR=3,86 (95%CI: 0,67-22,10)dan frekuensi olahraga dengan OR=3,86 (95%CI: 0,67-22,10)merupakan faktor perancu. Kesimpulan: Peningkatan rasio lingkar pinggal-panggul bukan merupakan faktor risiko stroke.
Background: According to WHO, stroke is the third leading cause of death in developing country after coronary heart disease and cancer. Some of the risk factors are modifiable. One of them is obesity as measured by waist-to-hip ratio. But, obesity as a risk factor of stroke is remaining unclear. Objective: To identify an increased waist-to-hip ratio as risk factor of stroke. Method: Case controldata analysis between the period of August 2013 and September 2013. Study was carried out in Stroke Unit, Dahlia II IRNA I, and Poli Saraf of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Cases: 20 female subjects aged >45 who were diagnosed with stroke. Controls: 20 female subjects aged >45 who were diagnosed with conditions other than stroke. Those 40 subjects were categorized as obese and nonobese as measured by waist-to-hip ratio. Result: Increased waist-to-hip ratio is not a risk factor for stroke OR=3,27 (95%CI: 0,80-13,35). Hypertension is a modifiable risk factor for stroke OR=7,0 (95%CI: 1,74- 28,17). Diabetes mellitus is a confounding factor for stroke OR=3,86 (95%CI: 0,67-22,10). Frequency of exercise is a confounding factor for stroke OR=3,86 (95%CI: 0,67-22,10). Conclusion: Increased waist-to-hip ratio is not a risk factor for stroke.
Kata Kunci : stroke, rasio lingkar pinggang-panggul,obesitas, faktor risiko