PERAN PARTAI EKS KOMBATAN TERHADAP ADVOKASI REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM POLITIK PASCA KONFLIK: Studi Kasus Partai Aceh di Indonesia dengan Partai Farabundo Mart National Liberation Front (FMLN) di El Salvador, Amerika Latin
REZKI SATRIS, Drs. Samsu Rizal Panggabean, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalTesis ini membahas mengenai peran partai ex-combatant terhadap advokasi perempuan paska konflik dengan menggunakan studi kasus Aceh dan El Salvador. Aceh dan El Salvador dipilih karena merupakan dua wilayah yang berbeda tetapi memiliki kesamaan terhadap transformasi gerakan perjuangan dari gerakan bersenjata menjadi gerakan partai politik melalui pemilihan umum. Partai ex combatant merupakan bentukan para kombatan paska konflik setelah perundingan damai. Partai ex-combatant yang kemudian menjadi bahan studi kasus dalam penelitian ini adalah partai ex-combatant (Partai Aceh) di Aceh dan Partai Farabundo Mart National Liberation Front (FMLN) di El Salvador. Hadirnya partai ex-combatant sebagai bagian dari proses demokratisasi memiliki resepsi yang berbeda terhadap diskursus kesetaraan perempuan dalam partisipasi dan keterwakilan ruang-ruang publik terutama keterwakilan dalam politik. Dalam partai Aceh, adanya kecendrungan perempuan hanya sebagai formalitas untuk memenuhi kuota 30 persen, tanpa melibatkan perempuan secara serius dalam masalah politik. Hal ini tentu bisa dilihat bagaimana program partai yang cenderung bias gender. Sementara dalam partai FLMN hak-hak politik perempuan merupakan hak asasi yang paling mendasar, sementara hak asasi manusia adalah bagian integral dari demokrasi. Perempuan El Salvador tidak hanya dianggap sebagai pemenuhan kuota 30 persen, tetapi juga perempuan El Salvador memainkan peran unik dalam mengadvokasi hak-hak mereka terutama keterwakilan mereka di parlemen. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat fenomena tentang hadirnya partai ex-combatant paska konflik sebagai bagian dari proses demokratisasi dalam memberikan advokasi terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mempelajari literatur, tulisan ilmiah, serta dokumen yang terkait dengan objek penelitian dan permasalahan yang diangkat.
This thesis deals with the role of the ex-combatant women advocacy against the devastating conflict by using a case study of Aceh and El Salvador. Aceh and El Salvador was chosen because it is two different areas but has similarities to the transformation of the movement of the armed struggle of the movement into a political party, movement through the general election The party was formed by ex-combatant under conflict after peace negotiations. Party ex-combatant who was later the subject of a case study in this research is the party of ex-combatant (Aceh party) in Aceh and the party Farabundo Mart National Liberation Front (FMLN) in El Salvador. The presence of excombatant party as part of the process of democratization had a different reception on the discourse of equality in participation and representation of women public spaces especially representation in politics. The Aceh party, the trend of women only as a formality to meet the quota of 30 per cent, without involving the woman seriously in political matters. This certainly can be seen how the program of the party that tends to gender bias. While in the FLMN women's political rights is the most basic human rights, while human rights are an integral part of democracy. El Salvador women not only considered as the fulfillment of a 30 percent quota, but also El Salvador women's unique role in the advocate for their rights, especially their representation in Parliament. The purpose of this research is looking at the phenomenon of the presence of the ex-combatant after the conflict as part of the process of democratization in providing advocacy on women. This study uses qualitative methods with secondary data is obtained through the study of librarianship by studying literature, scholarly writings, as well as documents relating to the object of research and the problems raised.
Kata Kunci : partai politik, partai ex-combatant, dan partisipasi politik perempuan, political parties, ex-combatant party, political participation of women