REDESAIN PASAR ANYAR TANGERANG DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR JAWA BARAT
HARIST PRATAMA PUTRA, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA
2014 | Skripsi | ARSITEKTURPada umumnya Pasar Tradisional dipandang sebagai daerah yang kotor, sumber kemacetan lalu lintas dan potensi tindak kriminal. Namun Pasar Tradisional ternyata mempunyai kapasitas yang kuat jika bertahan menghadapi situasi ekonomi makro yang tidak menentu. Pasar telah berfungsi sebagai penyelamat dan penyedia lapangan kerja bagi sebagian masyarakat. Selain itu juga menyediakan kebutuhan sehari hari dalam jumlah, jenis dan harga yang beragam sehingga sesuai dengan keuangan yang tidak menentu dari masyarakat saat krisis. Namun pengelolaan dan perberdayaan pasar tradisional sangat dibutuhkan terutama dalam pembenahan fasilitas bangunan dari suatu pasar tradisional. Terlebih kemajuan zaman saat ini banyak munculnya pasar modern yang menjadi pesaing utama bagi pasar tradisional. Kota Tangerang memiliki pasar tradisional sebagai penyangga ibukota yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi skala nasional dan regional di provinsi Banten. Saat ini permasalahan Pasar Tradisional yang terkenal dengan konotasi negatif pada sebagian orang. Salah satunya seperti pada Pasar Anyar Tangerang, yang sangat membutuhkan pengelolaan dan pemberdayaan dengan penataan ruang dan sirkulasinya karena belum memenuhi standar pasar. Banyak permasalahan timbul karena pasar menjadi tumpah mengganggu aksesibilitas dan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu menciptakan pasar yang mewadahi interaksi sosial dengan tujuan fleksibilitas ruang dimana berlangsungnya jual beli dengan menciptakan kenyamanan dan menjadikan daya tarik tersendiri walaupun saat ini masih kalah bersaing dengan pasar modern lainnya. Fleksibilitas dengan bangunan ciri khas Jawa Barat demi pencapaian pasar berkarakter kota dengan budaya setempat akan menjadikan Pasar Anyar sebagai bangunan publik untuk semua kalangan.
Traditional market generally seen as a dirty area, source of traffic congestion and potential crime. But it turns Traditional Market has a strong capacity if survive the macroeconomic situation is uncertain. The market has been functioning as a savior and provider of employment for some people. It also provides a daily necessity in the number, type and price range to fit the uncertain financial crises of today's society. However management and empowerment of traditional markets is needed, especially in the building of a facility revamping traditional markets. Moreover, many current progress of time the emergence of the modern market are the main competitors for the traditional market. Tangerang city has a traditional market as a capital buffer that has a strategic role in the growth of national and regional economies in the province of Banten. Currently known issues Traditional Market with a negative connotation for some people. One of them like on “Pasar Anyar Tangerangâ€, which is in desperate need and empowering management with spatial planning and circulation as yet meet the standards of the market. Many problems arise due to be spilled interfere with the accessibility market and cause traffic jams. Therefore, creating a market that facilitate social interaction with the purpose of the flexibility of space in which the course of buying and selling by creating comfort and makes a main attraction though is still unable to compete with other modern markets. Flexibility with characteristic buildings in West Java for the achievement of the market town of character with the local culture will make Newer Markets as a public building for all people.
Kata Kunci : pasar, fleksibilitas ruang, ruang publik, arsitektur jawa barat