Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA TURUNAN ISOFLAVON 1,2-EPOKSI-3-[3-(3’,4’-DIMETOKSIFENIL)4H-1-BENZOPIRAN-4-ON]PROPANA TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI DMBA

SEPTERINA PURWASETYA, Dra. Sri Herwiyanti, MS

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Senyawa isoflavon, yang banyak ditemukan pada kedelai, memiliki efek yang baik terhadap hepar karena mampu melindungi dari kerusakan peroksidatif dengan meningkatkan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senyawa turunan isoflavon 1,2- epoksi-3-[3-(3’,4’-dimetoksifenil)4H-1-benzopiran- 4on]propana (EPI) terhadap gambaran histologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur sprague dawley yang diinduksi DMBA. Senyawa EPI merupakan hasil sintesis dari minyak daun cengkeh (eugenol). Gambaran histologis yang diamati adalah degenerasi hepar. Sebanyak 36 ekor tikus betina dibagi menjadi 6 kelompok secara acak. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Kelompok kontrol normal adalah kelompok yang hanya diberi pakan. Kelompok DMBA diberi pakan dan DMBA dengan dosis 20mg/kgBB yang dilarutkan dalam minyak jagung. Kelompok miyak jagung adalah kelompok yang diberi pakan dan minyak jagung. Kelompok EPI 1mg, EPI 2mg dan EPI 4mg adalah kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberi pakan standar, DMBA dan senyawa turunan isoflavon EPI dengan dosis 1mg/kgBB, 2mg/kgBB dan 4mg/kgBB per-oral secara berurutan. Pemberian DMBA dan minyak jagung dilakukan sebanyak 2 x 1 minggu selama 5 minggu. Pemberian pakan dan EPI dilakukan 1 x sehari selama 15 minggu. Pada minggu ke-16 semua kelompok diterminasi dan heparnya dibuat sediaan histologis yang diwarnai dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Tingkat degenerasi hepar tikus diamati dan dinilai dibawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 100x dan 400x pada 5 lapang pandang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelompok EPI 2mg dan EPI 4mg dibandingkan dengan kelompok DMBA memiliki tingkat degenerasi hepar yang lebih rendah secara signifikan (p<0,05). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pemberian EPI dosis 2mg/kgBB dan 4mg/kgBB dapat menurunkan degenerasi hepar tikus akibat induksi DMBA.

Isofalvone is a compound whinch can be found abundantly in soy. Isoflavone has a protective effect on liver againts peroxidative damage by enhanching antioxidant activity. The aim of this research is to study the influence of isoflavone compound, 1,2-epoksi-3-[3- (3’,4’-dimetoksifenil)4H-1-benzopiran-4on]propana (EPI), sintesized from clove leaves oil (eugenol), to histological feature of liver especially liver degeneration on Sprague Dawley strain rats (Rattus norvegicus) whinch induced by DMBA. Thirty-six female rats were randomly divided into 6 groups of 6 rats. Normal control group was treated with standar diet only. DMBA group was treated with standard diet and 20mg/kgBW DMBA. The DMBA used in this study was diluted in corn oil. The corn oil group was treated with standard diet and corn oil. Three treatment groups were treated with standard diet, DMBA and EPI with 1mg/kgBW, 2mg/kgBW and 4mg/kgBW dose respectively. DMBA induction were done twice a week for 5 weeks. Standard diet and EPI were given once a day for 15 weeks. On weeks 16th, all groups were terminated and the liver was taken. Histological specimens of the liver were prepared and stained with haematoxyline-eosin. Liver degeneration level was examined under light microscope using 100x and 400x magnification in 5 observation field. The result showed that EPI 2mg and 4mg groups has lower level of liver degeneration compared to DMBA group (p<0,05). Therefore, it conclude that EPI with 2mg/kgBW and 4mg/kgBW dose was able to reduce liver degeneration of rats induced by DMBA.

Kata Kunci : Isoflavon, minyak daun cengkeh, EPI, DMBA, Degenerasi hepar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.