Laporkan Masalah

EVALUASI PERTUMBUHAN DAN KARAKTERISTIK TANAMAN JATI YANG DIBERI PERLAKUAN KOLKISIN

Dina Rahayu, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut, M.Sc.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Jati merupakan produk utama Perum Perhutani sehingga kegiatan pemuliaan dan silvikultur jati terus dikembangkan untuk mendapatkan jati unggul. Hasil pemuliaan yang berupa kebun benih klonal dan kebun pangkas telah memunculkan jati unggul bersertifikat. Namun demikian upaya untuk mendapatkan jati unggul lainnya terus dilakukan untuk memperkaya materi genetik jati unggul. Salah satu upaya untuk mendapatkan jati unggul adalah melalui manipulasi ploidi. Tanaman yang diberi perlakuan kolkisin diharapkan bisa bersifat tetraploid yang umumnya memiliki performa lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin terhadap karakteristik tanaman jati dan pertumbuhannya di lapangan sampai umur 15 bulan. Kegiatan terdiri dari 3 tahap yaitu: (1) manipulasi ploidi yang dilakukan di laboratorium; (2) penanaman dan pemeliharaan jati tetraploid di lapangan; (3) evaluasi pertumbuhan dan karakteristik tanaman jati tetraploid. Materi yang digunakan adalah tanaman jati nomor 97 dan 110. Pemberian kolkisin pagi hari selama 3 hari berturut-turut dengan cara meneteskan kolkisin 0,2 % pada kuncup (daun pertama) in vitro. Tanaman yang terbukti tetraploid ditanam di lapangan bersama dengan tanaman diploid sebagai pembanding. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolkisin dengan konsentrasi 0,2% bisa menjadikan tanaman jati bersifat tetraploid. Secara populasi pertumbuhan tinggi tanaman tetraploid jati lebih baik sampai umur 6 - 9 bulan dibandingkan jati diploid, sedangkan pertumbuhan diameter lebih baik sampai umur 3 - 6 bulan pertama. Namun demikian karakteristik fisiologi dan morfologi tanaman jati tetraploid umur 15 bulan tidak lebih baik dari tanaman diploid, dan ini berimplikasi pada tingkat pertumbuhan yang juga tidak lebih baik.

Teak is Perum Perhutani’s main product so teak improvement and silviculture activities should be developed to get superior ones. The results of the existing breeding in the forms of clonal seed orchard and hedge orchard have resulted in certified superior teaks. However, efforts to get other superior teak have to be done continuously to enrich genetic material of superior teaks. One effort to acquire superior teak is through ploidy manipulation. Plants with colchicine treatment are expected to be tetraploid, which generally have greater performance. This research aims to determine the effect of colchicine application on teak’s characteristics and growth in the field up to 15 month old. This activity consists of 3 phases: (1) ploidy manipulation in the laboratory, (2) planting and maintenance of tetraploid teak in the field, (3) growth and characteristics evaluation of teak tetraploid plants. The study used two kinds of teak, i.e. families number 97 and 110. For three consecutive days, 0.2 % colchicine was dropped each morning on to the bud (first leaf) in vitro. Plants which were proved to be tetraploid were planted in the field along with diploid plants as a comparison. The experiment was using a randomized block design with 3 repetitions. Results showed that the concentration of 0.2 % colchicine could make teak to be tetraploidy. In population, height growth of tetraploidy plants at 6 - 9 months is better than diploid teak, whereas diameter growth is better in the first 3 - 6 months of age. However, in 15 month observation, the physiological and morphological characteristics of tetraploidy teak are no better than diploid teaks, and this implies in growth rate that is no much better.

Kata Kunci : jati, tetraploid, kolkisin, teak, tetraploid, colchicine


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.