Hubungan Antara Pengetahuan Keluarga Tentang Skizofrenia dengan Ketaatan Pengobatan Penderita Gangguan Psikotik Fase Awal di Yogyakarta
CENDERA MARGAHAYU, Dr.dr Carla R. Marchira Sp.KJ.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Sekitar 450 juta jiwa (0,85%) penduduk dunia mengalami gangguan jiwa. Di Indonesia prevalensi gangguan jiwa baik ringan maupun berat sebesar 18,5%. Pengetahuan keluarga tentang skizofrenia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketaatan penderita terhadap pengobatan. Tujuan : Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan keluarga tentang skizofrenia dengan ketaatan pengobatan penderita gangguan psikotik fase awal di Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan crosssectional mengambil wilayah penelitian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012. Populasi adalah penderita gangguan psikotik fase awal dengan caregiver yang bersedia mengikuti penelitian. Subyek didapatkan dari RSUP Dr. Sardjito, RSUD di Yogyakarta yang memiliki psikiater, RS Ghrasia, dan RSK Puri Nirmala. Data yang dikumpulkan menggunakan instrumen pengetahuan tentang skizofrenia dam kartu ketaatan pengobatan penderita. Analisis data menggunakan uji crosstab dan chi-square. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Antara pengetahuan keluarga tentang skizofrenia (OR=15,500 dan p-value= 0,000) dengan ketaatan pengobatan pasien gangguan psikotik fase awal. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan keluarga tentang skizofrenia dengan ketaatan pengobatan penderita gangguan psikotik fase awal di Yogyakarta.
Background : About 450 million peoples around the world experienced meltal disorder. In Indonesia, prevalence of mental disorder both light and heavy are about 18,5%. Family knowledge about Schizophrenia become one of the factors that influence patient adherence to treatment. Objective : To identify the correlation between family Family Knowledge about Schizophrenia with patient adherence of treatment in early psychosis in Yogyakarta. Method : Cross-sectional data analysis between the period of October 2010 and March 2011. A number of 100 test subjects from RSUP Dr. Sardjito, RSJ Gharasia, RSK Puri Nirmala, RSUD Wates, RSUD Bantul and RSUD Gunungkidul were gathered. Caregivers were evaluated on their knowledge on schizophrenia by using a KAST survey. The degree of treatment regularity was measured using the patient‟s medical record. Then a chi square statistical analysis was performed. Result : Bivariate analysis showed that there is a significant correlation between family knowledge about schizophrenia with adherence of treatment of early psychosis. Conclution : There is a significant correlation between family knowledge abot schizophrenia with adherence of treatment in early phase of psychotic disorder.
Kata Kunci : Ketaatan pengobatan, pengetahuan keluarga, skizofrenia, gangguan psikotik fase awal.