Laporkan Masalah

ANALISIS KEBUTUHAN HUNIAN BAGI WARGA TERDAMPAK BENCANA LAHAR KALI PUTIH DI KECAMATAN SALAM, KABUPATEN MAGELANG

Isna Hayatun, Dr. Rini Rachmawati, MT; Rahmat Hidayat, M.Sc, Ph. D

2013 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANA

Kejadian bencana lahar pada tahun 2010 dan 2011 merusakkan ratusan rumah di sepanjang Kali Putih. Warga terdampak bencana lahar membutuhkan berbagai kebutuhan untuk bertahan hidup, salah satunya adalah tempat tinggal untuk berlindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan hunian warga terdampak bencana lahar, menganalisis penyediaan hunian oleh pemerintah dan menganalisis pemenuhan kebutuhan hunian warga terdampak bencana lahar di Kecamatan Salam. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang meliputi 4 desa yang terdampak bencana lahar Kali Putih yaitu Desa Jumoyo, Desa Gulon, Desa Seloboro dan Desa Sirahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara terstruktur dan wawancara mendalam. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (random sampling) dan pengambilan informan dengan cara purposif. Data kualitatif dianalisis dengan analisis data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif dari sajian tabel frekuensi dan chart, analisis tabulasi silang, dan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tempat pengungsian meliputi aspek luasan tempat, fasilitas, privasi, dan pekerjaan. Kebutuhan huntara meliputi aspek bangunan, pekerjaan, pendapatan, sanitasi, prioritas bagi yang membutuhkan. Kebutuhan huntap meliputi aspek luas bangunan, keamanan terhadap bencana, pekerjaan dan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan hunian belum semua kriteria sesuai antara kriteria hunian yang dibutuhkan oleh warga dengan kriteria hunian yang disediakan oleh pemerintah. Respon warga terdampak terhadap hunian tetap adalah 1) warga bersedia tinggal di hunian tetap, 2) warga bolak-baik antara hunian tetap dan rumah sebelumnya, 3) warga akan tinggal di rumah sebelumnya dan akan tinggal di hunian tetap jika situasi dan kondisi bahaya lahar, 4) warga tidak bersedia tinggal di hunian tetap.

In 2010 and 2011, lahar destroyed hundreds houses in Putih River. Community affected lahar requires survival needs. One of basic survival needs is house. The aims of this study is to determine the housing community needs, to analysis the house that provided by government and to analysis the fulfillment housing needs in Salam sub-district. The site location consist of Jumoyo, Gulon, Seloboro and Sirahan Village. This research was used mixed methods. Data was collected by observation, structured interview and in-depth interview. Sample was determined by random sampling and informant was determined by purposive. Qualitative data was analyzed using qualitative data analysis. Quantitative data was analyzed using descriptive analysis of frequency tables and charts, cross tabulation analysis and chi square analysis. The results showed that the needs of shelter is area, facility, privacy, and job. The needs of temporary settlement is construction house, job, income, sanitation, and priority of the needy. The needs of new settlement is area, security against disasters, job and economy. Not all of the fulfillment of housing criterias is accordance between community housing needs and the house that provided by government. The community response towards new settlement is : 1) community are willing to live in new house, 2) community are commute between new house and former house, 3) community are willing to live at former house and move to new house if the situation getting worse, 4) community are not willing to live in new house.

Kata Kunci : lahar, hunian, kebutuhan, respon warga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.