Laporkan Masalah

HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH DENGAN INSOMNIA PADA REMAJA JALANAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)

IDA KURNIAWATI, Prof. Dr. dr. Hj. Sri Sutarni Sudarmadjie, Sp.S(K)

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Ida Kurniawati*, Sri Sutarni S**, Cempaka Thursina S** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada **Staf Senior Departemen Neurologi RSUP Dr. Sardjito Latar Belakang: Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan pada populasi. Sekitar 30-40% orang dewasa diketahui menderita insomnia. Insomnia sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Insomnia merupakan gejala awal dari keracunan timbal akibat paparan timbal akut maupun kronik. Patofisiologi insomnia akibat paparan timbal belum diketahui secara jelas. Insomnia akibat efek toksik timbal diduga melibatkan gangguan dan ketidakseimbangan berbagai neurotransmitter, salah satunya GABA. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar timbal (Pb) dalam darah dengan insomnia pada remaja jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metode dan Subyek: Subyek penelitian ini adalah 55 orang remaja jalanan di DIY yang berada dalam asuhan rumah singgah Girlan Nusantara, Prambanan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Hasil: Subyek yang mengalami insomnia pada kadar Pb dalam darah ≥ 10 μg/dL sebanyak 3 orang (15,0%) dan pada kadar Pb dalam darah < 10 μg/dL sebanyak 17 orang (85,0%). Hasil analisis bivariat antara kadar Pb dalam darah dengan insomnia menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai p=0,021 dan RP=0,210 (95% CI=0,052-0,846). Variabel bebas yang lain tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan insomnia (p>0,05). Kesimpulan: Kadar Pb dalam darah memiliki hubungan yang tidak bermakna dengan insomnia pada remaja jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ida Kurniawati*, Sri Sutarni S**, Cempaka Thursina S** *Student of Faculty of Medicine Gadjah Mada University **Senior Staff of Neurology Department RSUP Dr. Sardjito Background: Insomnia is the commonest sleep complaint in population. About 30-40% adults have insomnia. Insomnia disturbs daily activity and reduces quality of life. Insomnia is an early symptom of lead toxicity due to acute and chronic exposure. Pathophysiology of lead induced insomnia is unknown. It is estimated that lead induced insomnia involves neurotransmitters disturbance and imbalance, for example disturbance of GABA neurotransmitter. Objective: The aim of this study was to determine association between blood lead level and insomnia in street adolescents in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Subject and Method: The subjects were 55 street adolescents in DIY from rumah singgah Girlan Nusantara, Prambanan. This study used analytic observational method with cross-sectional design. Result: Subjects who had insomnia were 3 people (15,0%) in blood lead level ≥ 10 μg/dL and 17 people (85,0%) in blood lead level < 10 μg/dL. Bi-variant analysis showed a significant association between blood lead level and insomnia with p=0,021 and RP=0,210 (95% CI=0,052- 0,846). Another variable did not have significant association with insomnia (p>0,05). Conclusion: Blood lead level did not have significant association with insomnia in street adolescents in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kata Kunci : Kadar Pb dalam darah, insomnia, ISI, remaja jalanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.