Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENERIMAAN ORANGTUA DENGAN KECEMASAN PADA SISWA SD NEGERI PERCOBAAN 2 KABUPATEN SLEMAN

ANITA ROSALINA SIREGAR, dr. Budi Pratiti, Sp.KJ.; Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ(K).

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa lifetime prevalence gangguan kecemasan adalah sekitar 16% dan merupakan kelas gangguan mental yang paling sering terjadi di populasi umum. Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua kelompok umur. Remaja merupakan kelompok umur yang rentan terhadap perkembangan masalah dari dalam diri sendiri seperti munculnya gejala cemas karena masa remaja merupakan masa transisi dengan perubahan biologis, kemampuan emosional, dan keinginan untuk mendapatkan otonomi. Kecemasan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan menjadi faktor biologis dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yakni rendahnya penerimaan dan tingginya penolakan orangtua dipercaya mempengaruhi perkembangan gangguan kecemasan pada remaja. Tujuan : mengetahui hubungan penerimaan orangtua dengan kecemasan pada siswa SD Negeri Percobaan 2 Kabupaten Sleman Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif. Jumlah sampel ialah 113 orang siswa. Instrumen yang digunakan ialah versi anak dari Parental Acceptance-Rejection Questionnaire (PARQ) untuk mengukur penerimaan orangtua (ibu) dan Revised Children’s Manifest Anxiety Scale untuk mengukur kecemasan. Analisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil : Analisis uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang bermakna antara penerimaan orangtua (ibu) dengan kecemasan pada siswa dengan arah positif dan tingkat korelasi sedang (p<0,05 dan r=0,406). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penerimaan orangtua dengan kecemasan pada siswa SD Negeri Percobaan 2 Kabupaten Sleman.

Background : World Health Organization stated that lifetime prevalence of anxiety disorders was 16% and thus became the most prevalent mental disorder in general population. Anxiety disorders can happen in all aging group. Adolescence is prone to development of anxiety disorders because adolescence is transition period with changes in biological, emotional and autonomy. Anxiety is influenced by factors classified as biological and environmental factor. Environmental factor that is low level of parental acceptance and high level of parental rejection is known to give important influence in the development of anxiety disorders in adolescence. Objective : To determine the correlation between parental acceptance with students‟ anxiety in SD Negeri Percobaan 2 District Sleman. Method : This research was a descriptive-analytical correlational study with cross-sectional approach. This research used quantitative method. Sample consisted of 113 students. Instruments used were child version of Parental Acceptance-Rejection Questionnaire (PARQ) to measure parental acceptance (mother) and Revised Children’s Manifest Anxiety Scale to measure anxiety. Analysis used was Pearson correlation test. Result : Pearson correlation test showed a significant relationship between parental acceptance (mother) and students‟ anxiety with positive result and middle correlation level (p<0,05 and r=0,406). Conclusion : There was a relationship between parental acceptance with students‟ anxiety in SD Negeri Percobaan 2 District Sleman

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.