EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA KESEHATAN MASYARAKAT (K3M) DI KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO
DINAR CHIEKO TRIESAYUNINGTYAS, dr. Rustamadji, M.Kes
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: K3M atau Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat merupakan kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Kegiatan ini disetarakan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada. Evaluasi terhadap K3M penting untuk dilakukan sehingga dapat diketahui efektivitas atau dampak positif maupun negatifnya bagi mahasiswa yang menjalani dan masyarakat dimana kegiatan K3M tersebut dilaksanakan. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai alat pertimbangan FK UGM untuk dilanjutkannya program K3M oleh Fakultas Kedokteran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan keluaran berupa penjelasan secara deskriptif. Data diperoleh dari laporan pemecahan masalah kesehatan masyarakat dari kegiatan Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) yang dilaksanakan di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Hasil: Tiga laporan tidak memiliki konten laporan yang lengkap sesuai dengan buku pedoman K3M oleh FK UGM. Tindakan pemecahan yang dilaporkan pada 5 dari 9 laporan tidak sesuai dengan masalah kesehatan prioritas dan/atau hasil identifikasi faktor risiko. Dari keseluruhan laporan yang diamati, tidak menutup kemungkinan adanya pelanggaran etika penulisan laporan penelitian melihat adanya beberapa data yang meragukan. Hal ini dapat disebabkan sistem pelaporan atau penilaian yang kurang tepat untuk para mahasiswa. Peran mahasiswa sebagai dokter pelayanan kesehatan primer pun kurang terlihat dari laporan yang diamati. Selain itu, saran atau rekomendasi pada laporan dirasa kurang sesuai karena ditujukan kepada pihak-pihak dimana mahasiswa tersebut tidak dapat mem-follow up lebih lanjut perubahan yang terjadi. Kesimpulan: Dibutuhkan rekomendasi kepada FK UGM sebagai pihak penyelenggara agar mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan tindakan pemecahan masalah dengan harapan dapat berjalan lebih efektif. Disamping itu, sistem pelaporan yang ada perlu ditinjau kembali karena masih kurang mencerminkan peran mahasiswa sebagai seorang dokter pelayanan kesehatan primer.
Background: K3M or Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat was a program held by Faculty of Medicine Gadjah Mada University. This program was the equivalent of Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) which is held by Gadjah Mada University. The evaluation of K3M activity is important so that we could find out the effectiveness of the program or what were the positive and negative impact of the activity on the students who carried out the activity and the community where the activity was held. The results of this evaluation could be used for an instrument by the Faculty of Medicine GMU to consider whether we should continue or recreate this program in the future. Objective: This research was done in order to evaluate the Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) program in Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Method: This research used qualitative method with the output being descriptive explanation. The datas were obtained from the community health problem solving report of K3M program in Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Result: Three out of nine reports were missing some of the content on the report. The problem solving activity which were reported on five out of nine reports observed were not done according to the results of risk factor identification. After observing all of the reports, it was not impossible if there were any violation of the research report ethics by looking at some questionable datas on the reports. This could be caused by the flawed reporting system or flawed grading system. The students' role as a doctor were also less noticeable by observing the reports. In addition, suggestion or recommendation on the report were less appropriate because they were aimed at the people where the student wouldn't be able to follow up if there were/were no changes in the community. Conclusion: Recommendation for Faculty of Medicine GMU as the organizer of the K3M program is needed so that they support and facilitate the implementation of the problem solving program with the intention to improve the effectiveness. On the other hand, the reporting system needs to be reconsidered because it didn't reflect the role of the students as a primary health care doctor.
Kata Kunci : Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat, Evaluasi, Laporan Pemecahan Masalah Kesehatan.