Laporkan Masalah

REDESAIN PANTI LANSIA BUDI DHARMA Konsep “In-Between”, Kompromi Privasi dan Interaksi Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup

DEVI FENTRI ASTUTI, Diananta Pramitasari, S.T., M. Eng., Ph.D.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang jumlahnya kian meningkat dikarenakan usia harapan hidup di Indonesia mengalami peningkatan. Namun peningkatan jumlah ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup lansia.Masih banyak lansia yang terlantar dan belum tersentuh pelayanan maupun pembinaan.Sudah banyak instrumen hukum yang mendukung namun implementasinya masih jauh dari harapan.Beberapa panti lansia dibangun untuk mengurangi permasalahan di atas, baik yang di bawah naungan pemerintah maupun pihak swasta.Namun kapasitasnya masih sangat kurang serta kondisi fisik panti yang masih memprihatinkan. Setelah melakukan penilaian lingkungan melalui teknik caption dan evaluasi pasca huni (EPH) di Panti Lansia Budi Dharma, aspek behavioral dirasa belum menjadi pertimbangan ketika mendesain. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya privasi penghuni ketika berada pada area hunian. Tidak adanya ruang – ruang interaksi sosial yang nyaman, menyebabkan selasar area hunian menjadi tempat favorit terjadinya interaksi sosial. Penghuni membutuhkan interaksi sosial yang baik, di lain pihak juga membutuhkan privasi yang cukup. Kedua hal tersebut sangat bertolak belakang, namun sangat dibutuhkan oleh penghuni. Setelah mempelajari dan menganalisis pendekatan konsep privasi dan interaksi pada Panti Lansia Budi Dharma, konsep utama dari redesain panti lansia ini adalah penerapan konsep in-between.Lansia merupakan kelompok masyarakat yang sudah mengalami penurunan fisik, sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam kamar.Konsep in-between lebih pada fleksibilitas ruang di mana ruang in-between muncul sebagai kompromi atas kebutuhan interaksi dan kebutuhan menjaga privasi pada saat yang bersamaan.Redesain panti juga meliputi perubahan tipologi unit hunian dan redesain permasalahan arsitektur secara umum yang seluruhnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni. Desain akan berusaha mempertahankan beberapa bangunan yang dinilai masih baik, memodifikasi beberapa bagian dan mengganti bangunan yang dinilai sudah tidak dapat untuk dipertahankan berdasarkan hasil analisis pendekatan dan evaluasi purna huni.

-

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.