Laporkan Masalah

PEMETAAN RISIKO BENCANA BANJIR SUNGAI BOGOWONTO HILIR

Hudzaifah All A, Dr. Ir. Istiarto, M.Eng.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bencana banjir adalah kejadian banjir yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Sungai Bogowonto hampir setiap tahun di musim penghujan selalu mengakibatkan banjir terutama di bagian hilirnya. Karakteristik Sungai Bogowonto Hilir adalah kemiringan < 0,5 %, panjang 38,69 km, elevasi 0 – 50 m, dan catchment area 231,17 km². Dalam penelitian ini pengelolaan bencana yang dilakukan adalah pemetaan risiko bencana banjir sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun peta risiko bencana banjir di tiga kecamatan di sekitar Sungai Bogowonto Hilir yaitu: Kecamatan Ngombol, Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Bagelen dengan cara mengkaji tingkat ancaman, tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas wilayah tersebut dalam menghadapi bencana banjir. Tahapan kegiatan penelitian meliputi analisis hidrologi, analisis hidraulika, analisis kerentanan, analisis kapasitas, analisis risiko dan pemetaan risiko. Analisis hidrologi menggunakan data debit kejadian banjir 2 Januari 2012 dengan debit maximum 1.030,19 m? /s. Analisis hidraulika menggunakan hasil perhitungan volume limpasan sebagai dasarnya. Analisis kerentanan dan analisis kapasitas dalam menentukan parameter dan pembobotan mengacu pada PerKa BNPB No. 2 Tahun 2012, sedangkan analisis risiko mengacu PerKa BNPB No. 4 Tahun 2008. Analisis data dilakukan dengan beberapa software seperti Microsoft Office, HEC-RAS dan Arc-GIS. Hasil pemodelan hidraulika menunjukkan bahwa pada Sungai Bogowonto Hilir terjadi limpasan air sehingga mengakibatkan banjir di beberapa lokasi. Volume limpasan sebesar 3.576.570 m? dengan luas area terdampak banjir di Kecamatan Purwodadi 125,6 Ha dan Kecamatan Bagelen 86,2 Ha. Berdasar pada peta risiko yang dihasilkan beberapa desa yang terkena dampak banjir yaitu Desa Soko, Desa Kalirejo, Desa Bapangsari dan Desa Dadi Rejo, di Kecamatan Bagelen dan Desa Karang Mulyo, Desa Ketangi, Desa Bubutan, Desa Sido Harjo, Desa Kebonsari, Desa Banjarsari, Desa Karangsari berada di Kecamatan Purwodadi.

Flood is a disaster that could threaten and disturb human life and activity, might be caused by nature or human activity, resulting in life casualties, environmental damage, property loss, and psychological impact. The Bogowonto River floods almost every year in rainy season and mostly affects in downstream area. Downstream of Bogowonto River has 38,69 km long, slope < 0,5%, elevation between 0 to 50 m, and 231,15 km² catchment area. Objective of this research is to develop flood risk map for 3 (three) sub-districts (kecamatan) in downstream area of Bogowonto River: Kecamatan Ngombol, Kecamatan Purwodadi, and Kecamatan Bagelen. Hydrologic and hydraulic modeling combined with hazard, vulnerability, and capacity analysis ware used to determine flood risk and mapping. Flood event on January 2, 2012 with maximum discharge at 1030.19 m3/s was used for model simulation. Vulnerability and capacity analysis using parameters from PerKa BNPB No.2 Tahun 2012, and risk analysis methods were based on Perka BNPB No.4 Tahun 2008. HEC-RAS, Arc-GIS and Word Processor were used for analyzing data. Hydraulic analysis of Bogowonto River using prescribed data result in overflow at several locations. Overflow volume is 3.576.570 m3 and affected area is 125,6 Ha in Kecamatan Purwodadi and 86.2 Ha in Kecamatan Bagelen. Based on risk map result, villages that prone to flooding are: Soko, Kalirejo, Bapangsari, Dadi Rejo, Karang Mulyo, Ketangi, Bubutan, Sido Harjo, Kebonsari, Banjarsari and Karangsari.

Kata Kunci : banjir, limpasan, analisis kerentanan, analisis kapasitas, peta risiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.