Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENERIMAAN ORANGTUA DENGAN DEPRESI PADA SISWA SMP NEGERI 1 MUNTILAN

MELITA PUSPITA SARI, dr. Budi Pratiti, sp.KJ

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa berkembangnya identitas diri (jati diri) menjadi dasar bagi masa dewasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan psikologis remaja, salah satunya adalah lingkungan keluarga dan hubungan dengan orangtua. Mengingat peran orangtua merupakan “sekolah pertama” bagi anak termasuk dalam mengarahkan dan memberikan masukan bagi anak-anaknya mengenai cara bertindak dan menyelesaikan masalah. Permasalahan yang dihadapi oleh remaja dapat menimbulkan depresi. Berdasarkan National Alliance on Mental Illness (NAMI), sekitar 2% dari anak usia sekolah dan sekitar 8% remaja memenuhi kriteria depresi berat Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaan orangtua kepada anak, terhadap depresi siswa SMP Negeri 1 Muntilan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifanalitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jumlah sampel adalah 112 orang siswa dengan menggunakan instrumen Parental Acceptance- Rejection Quistionnaire (PARQ) untuk mengukur penerimaan orangtua (ayah dan ibu), serta Children’s Depression Inventory (CDI) untuk mengukur depresi anak. Hasil: Terdapat korelasi yang positif antara penerimaan orangtua terhadap depresi anak. Penerimaan ayah dan ibu berpengaruh secara signifikan terhadap depresi anak dengan nilai p penerimaan ibu = 0,000 (<0,05), dan nilai p penerimaan ayah = 0,018 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan orangtua dengan tingkat depresi anak.

Background: Adolescence is a period of development of self-identity (identity), and became the foundation for adulthood period. Many factors affect the psychological development of adolescent, such as family environment and relationships with parents. As we know that the role of a parent is a \\" first school \\" for the children include to teach their children on how to act and resolve the problem. Problems faced can cause depression in adolescent. Based on the National Alliance on Mental Illness (NAMI), for about 2% of school-aged children and about 8% of adolescents meet the criteria for major depression. Objective: The objective of this study was to determine whether there is a relationship between parental acceptance and depression of students of SMP Negeri 1 Muntilan. Method: This study is a descriptive analytic correlational with cross-sectional approach, with quantitative method. This study needs 112 students using Parental Acceptance-Rejection Quistionnaire (PARQ) to measure parental acceptance (father and mother), and Children's Depression Inventory (CDI) to measure children‟s depression. Results: There is a positive correlation between parental acceptance and child's depression. Father and mother acceptance significantly affect the child depression with p = 0.000 acceptance mother (<0.05 ), and the p-value = 0.018 father acceptance (<0.05 ). Conclusion: There is a significant relationship between parental acceptance of the child's level of depression.

Kata Kunci : Penerimaan orangtua, depresi, remaja, PARQ, CDI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.