FREKUENSI DAN JENIS SARAPAN, KEBUGARAN TUBUH, STATUS GIZI SERTA KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DANUREJAN YOGYAKARTA
Kurniati Dwi Utami, dr. B.M. WaraKushartanti, MS
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Anak merupakan investas ibangsa, Data terbaru United Nation Developed Programme, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia berada di peringkat 121 dunia dari 184 negara. Prestasi anak Indonesia pun masih kalah dibandingkan dengan negara lain. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kemampuan anak untuk berkonsentrasi dalam menerima pelajaran yang diberikan. Diketahui bahwa rata-rata konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar di daerah Danurejan lebih rendah dibandingkan sekolah lainnya. Berdasarkan data BPS (2012) jumlah siswa Sekolah Dasar yang lulus ujian akhir sekolah di Yogyakarta menurun dari 98,98% menjadi 68,74%. Diduga frekuensi dan jenis sarapan, status gizi dan kebugaran tubuh berhubungan dengan konsentrasi belajar Tujuan : mengetahui korelasi dan besar sumbangan frekuensi dan jenis sarapan, kebugaran tubuh serta status gizi terhadap konsentrasi belajar siswa Metode : penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Sebanyak 80 anak yang diseleksi kemudian dipilih secara random sampling. Kuesioner yang digunakan diantaranya kuesioner recall sarapan, biodata responden, kebugaran tubuh dengan tes lari jarak 1,609 km, tes konsentrasi dengan digit symbol B, dan status gizi menggunakan indeks IMT/U. Hasil: terdapat korelasi antara variabel frekuensi sarapan (p=0,00), energy sarapan (p=0,00), dan kebugaran tubuh (p=0,00) terhadap konsentrasi belajar. Tidak terdapat korelasi signifikan antara status gizi dengan konsentrasi belajar(p=0,96). Dari hasil analisa regresi diketahui bahwa besarnya sumbangan variabel kebiasaan sarapan, status gizi dan kebugaran tubuh sebesar 81,8%. Adapun persamaan regresi linier yang diperoleh yaitu 27,473 + 2,696 Kebugaran tubuh + 3,152 Frekuensi sarapan + 5,148 Jenis energi sarapan + 1,361 Status gizi Kesimpulan : Terdapat korelasi kuat dan positif antara kebiasaan sarapan dan kebugaran tubuh terhadap konsentrasi belajar. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara status gizi terhadap konsentrasi belajar
Background: Children is an investment for the nation, on the latest data from the UNDP, Human Development Index of Indonesia is ranked 121 of 184 countries in the world. Indonesia children's achievement also less than another country. One reason of that is the lack of children ability to concentrate in this school. The low of learning concentration can not lead to optimal achievement in children. It is known that the learning concentration of elementary school students in the Danurejan area is lower than another schools. Based on data from BPS (2012) the number of elementary school students who pass the final exam in Yogyakarta decreased from 98.98% to 68.74%. Several studies have shown that breakfast habits, nutritional status and physical fitness is related to learning concentrations Objective : To understand the contribution and correlation between frequency and type of breakfast, physical fitness, nutritional status and learning concentration of elementary school Method: This study using crossectional design. A total of 80 children were selected by random sampling. Recall questionnaires of breakfast, biographical data of respondents, physical fitness test, digit symbol test B of learning concentration, and nutritional status based on BMI/Age Results: There is a correlation between breakfast frequency (p = 0.00), energy breakfast (p = 0.00) physical fitness (p = 0.00) and learning concentration. There was no significant correlation between nutritional status (p = 0.96) and learning concentration. The regression analysis shows frequency and type of breakfast, nutritional status and physical fitness have contribution 81.8% of the student learning concentration. The linear regression equation obtained is 27.473 + 2.696 physical fitness + 3.152 frequency of breakfast + 5,148 type energy of breakfast + 1,361 nutritional status Conclusion: There is a strong and positive correlation between frequency and type of breakfast, physical fitness and learning concentration. There was no significant correlation between the nutritional status and learning concentration on this studies
Kata Kunci : frekuensi dan jenis sarapan, kebugaran tubuh, status gizi, konsentrasi belaja