Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI SANKSI KODE ETIK NOTARIS OLEH DEWAN KEHORMATAN DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN

Primanda Furry Gautama, Dr. Sutanto, S.H., MS.

2014 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Dewan Kehormatan merupakan alat perlengkapan Perkumpulan yang berwenang melakukan pemeriksaan atas pelanggaran terhadap Kode Etik dan menjatuhkan sanksi kepada pelanggarnya sesuai dengan kewenangan masing-masing. Penulisan ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui implementasi sanksi kode etik oleh Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman. (2) Untuk mengkaji kendala–kendala apa saja yang dihadapi oleh Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman dalam mengimplementasikan sanksi Kode Etik Notaris. (3) Untuk menganalisis solusi dari Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman terhadap Notaris yang tidak melaksanakan sanksi Kode Etik Notaris Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapat data primer yang bekenaan dengan hal – hal yang ada di lapangan, serta bahan-bahan yang menyangkut materi-materi yang berhubungan dengan topik penelitian sebagai data sekunder. Subjek penelitian adalah responden dan narasumber yang benar-benar mengerti tentang masalah yang diteliti. Tekhnik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria Dewan Kehormatan Daerah Kabupaten Sleman yang pernah mengeluarkan putusan sanksi kode etik notaris dan metode analisis data yang dipergunakan adalah kualitatif. Berdasarkan penelitian dapat disimpulan bahwa, pertama, implementasi sanksi kode etik notaris oleh Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman belum dilaksanakan secara optimal karena hanya sebatas teguran lisan saja dengan cara kekeluargaan atau dengan pendekatan represif dan tidak adanya tindak lanjut dalam suatu pengawasan terhadap notaris yang pernah terkena sanksi oleh Dewan Kehormatan Daerah sehingga tidak menimbulkan efek jera terhadap notaris yang melakukan pelanggaran kode etik. Kedua, kendala–kendala yang dihadapi oleh Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman dalam penerapan suatu putusan sanksi Kode Etik Notaris adalah adanya rasa segan untuk bertindak tegas, sibuknya akitifitas antara anggota Dewan Kehormatan Daerah, tidak adanya anggaran dana bagi Dewan Kehormatan Daerah dalam melakukan pengawasan. Ketiga, solusi dari Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman terhadap Notaris yang tidak melaksanakan sanksi Kode Etik Notaris adalah Dewan Kehormatan Daerah berupaya untuk selalu melakukan pembinaan dan sosialisasi terus menerus akan pentingnya pelaksanaan Kode Etik Notaris dengan melakukan kegiatan dalam satu bulan sekali antara Majelis Pengawas Daerah, DKD, dan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia serta semua Notaris di Kabupaten Sleman

Council of Honor is one of instrument organization which is authorized to conduct inspection Code of Conduct violation and to impose sanction to offenders in accordance with their capability and competency. This research aims to: (1) to discover implementation notary code of conduct sanction by the District Council of Honor in Sleman. (2) to ascertain constraints faced by District Council of Honor in Sleman in implementation Notary Code of Conduct Sanction.(3) To analyses solution from District Council of Honor to the Notaries who did not fulfill the decision of the sanction. This research uses an empirical approach to legal research, that is research conducted to obtain primary data pertaining to the things that exist in the fields, as well materials relating to materials related to the research topic as secondary data. The study subjects were respondent and interviewees, who really understand about the problems under study. Sampling technique using purposive sampling and data analysis method uses are qualitative. Based on the research can be concluded, first, the implementation of code of conduct sanctioned by District Council of Honor in Sleman has not implemented optimally because the Code of Conduct sanction only nuncupative warning with repressive approach and there are no follow-up supervision by members of Disctrict Council of Honor in Sleman. Therefore, not deterrent effect on the Notaries who violate the Code of Conduct. Second, constraints faced by District Council of Honor in Sleman in implementation Notary Code of Conduct Sanction are sense reluctant to act decisively, density of activity members District Council of Honor in Sleman, and lack of budget which is provide in supervision by members District Council of Honor in Sleman. Third, the solution form Notary District Council of Honor to the Notaries who did not fulfill the decision of the sanction are District Council of Honor must continuities to socialization of the importance of Notary Code of Conduct once a month between members

Kata Kunci : Sanksi, Kode Etik Notaris , Dewan Kehormatan Daerah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.