DINAMIKA KARAKTERISTIK HABITAT MANGROVE HASIL REHABILITASI DI PANTAI UTARA PEMALANG JAWA TENGAH
Kristo Damanik, Dr. Erny Poedjirahajoe, MP
2014 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKerusakan mangrove biasanya identik dengan kerusakan habitat, oleh karena itu upaya pemulihan dapat diarahkan pada perbaikan habitatnya. Penelitian ini dilakukan di kawasan rehabilitasi mangrove desa Mojo kabupaten Pemalang Jawa Tengah untuk melihat dinamika karakteristik habitat hasil rehabilitasi mangrove pada berbagai tahun tanam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran perkembangan karakteristik habitat rehabilitasi mangrove di Pantai Utara Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan cara menentukan plot ukur sebanyak 6 pada setiap tahun tanam yang disesuaikan dengan sistem zonasi di hutan mangrove. Pada setiap PU diukur diameter vegetasi tiap jenis, faktor lingkungan (salinitas, dissolved oxygen, suhu, pH, ketebalan lumpur), plankton, dan nekton. Untuk melihat perbedaan setiap faktor habitat pada setiap tahun tanam. Data dianalisis dengan model ANOVA (analisis of variances) dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji beda lanjut menggunakan LSD (least significant differences). Hasil penelitian menunjukan terjadi perubahan pada karaketristik habitat mangrove rehabilitasi seiring bertambahnya umur vegetasi. perubahan tersebut meliputi (1) penurunan kerapatan vegetasi yang signifikan dan penurunan kerapatan tersebut diikuti munculnya Avicennia alba, Avicennia marina dan Rhizophora apiculata secara alami (2) penurunan suhu dan salinitas yang signifikan serta peningkatan yang signifkan pada ketebalan lumpur dan dissolved oxygen, namun tidak terjadi perubahan pH yang signifikan (3) peningkatan kepadatan plankton yang signifikan dengan nilai indeks diversitas yang tinggi pada umur 14 tahun sebesar 3.60 (Shannon). Peningkatan plankton juga diikuti dengan peningkatan kelimpahan nekton yang signifikan namun tidak merubah indek diversitas dan indek dominansi nekton secara signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya dinamika karakteristik habitat mangrove di Pantai Utara Pemalang terjadi secara temporal.
Mangrove destruction is always identical with habitat destruction, therefore recovery efforts can be directed to the improvement of their habitat. This research was conducted in the area of mangrove rehabilitation Mojo Pemalang district of Central Java province to observed the dynamics of the characteristics of the mangrove habitat rehabilitation at various ages. The results of this study are expected to provide an overview of the development of the characteristics of the mangrove habitat rehabilitation on the North Coast of Central Java. The study was done by determining the plot as 6 in each year of planting that design adapted to the zoning system in the mangrove forest. At each PU was measured diameter and species name of vegetation, environmental factors (salinity, dissolved oxygen, temperature, pH, thickness of mud), plankton, and nekton to see the differences in each habitat factor in each year of planting. The data were analyzed with ANOVA model (analysis of variances) and a further difference test using LSD (least significant differences). The results showed that there has been a change in the mangrove habitat rehabilitation karaketristik as impact of vegetation growth. that include: (1) a significant decrease in vegetation density and followed the growth of Avicennia alba, Avicennia marina and Rhizophora apiculata naturally. (2) significant temperature and salinity decreases, a significant increase both of dissolved oxygen (DO) and the thickness of the mud, but also no changes in pH (3) an increase in the density of plankton with the value of the high diversity index 3.60 (Shannon). Increased plankton was also followed by a significant increase in the abundance of nekton but does not change the index diversity and index dominance of nekton significantly. These results show that the dynamics characteristics of mangrove rehabilitation habitat occur temporally.
Kata Kunci : Rehabilitasi mangrove, dinamika, karakteristik habitat, vegetasi, faktor - lingkungan, plankton, nekton.