Perbandingan Kualitas Citra Hard Copy dengan Hasil Digitizer dan Kamera Saku pada Foto Polos Tulang Belakang Spondilosis Vertebra di Bagian Radiologi RSUP dr.Sardjito
RUFITA ISMU ASTANIA, Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Spondilosis merupakan salah satu penyebab utama low back pain spesifik. Diagnosis awal spondilosis masih menggunakan foto polos tulang belakang. Kekurangan dokter spesialis radiologi untuk melakukan pembacaan foto polos di Indonesia, dapat ditangani dengan Teleradiologi. Teleradiologi harus didukung dengan pencitraan yang baik agar tidak terjadi misinterpretasi. Tujuan : Membuktikan tidak terdapat perbedaan pada kualitas citra dan kesesuaian diagnosis antara hasil digitalisasi foto polos menggunakan digitizer production house FK UGM dan kamera saku Sony Cyber Shot DSC-W 170 dibandingkan dengan hard copy foto polos tulang belakang pada kasus spondilosis. Metode dan Material : Desain penelitian adalah observational analitik retrospektif. Sampel adalah pasien di RSUP dr.Sardjito Yogyakarta yang melakukan pemeriksaan foto polos tulang belakang dengan klinis spondilosis. Hasil : Berdasarkan penilaian pada 30 sampel, didapatkan hasil kesesuaian diagnosis perbandingan hard copy dengan soft copy digitizer p=0,18 , hard copy dengan soft copy kamera saku memiliki nilai p=0,564. Untuk kualitas citra hard copy dibandingkan dengan soft copy digitizer memiliki nilai p=0,317,hard copy dibandingkan dengan soft copy kamera saku memiliki nilai p<0,001. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kesesuaian diagnosis pada digitizer dan kamera saku dibandingkan dengan hard copy foto polos tulang belakang. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas citra digitizer namun masih terdapat perbedaan yang signifikan pada kamera saku jika dibandingkan dengan hard copy foto polos tulang belakang.
Background : Low back pain is one the highest prevalence of musculoskeletal disorder affecting the world population, and spondylosis is one of the major etiology of specific low back pain. Early diagnose of spondylosis still use the conventional plain film radiograph. The lack of radiologist in Indonesia to read the plain film can be solved by the implementation of teleradiology. Teleradiology needs a device to convert the conventional plain film to digital form, in this case it is digital camera and digitizer. Aim : Prove there is no difference in image quality and diagnose accuracy between conventional hard copy and newly digitized plain film radiograph with production house medical faculty of UGM digitizer and Sony Cyber Shot DSC-W 170 camera of spine plain film in spondylosis. Metode dan Material : This research is using analytic observational retrospective design. Samples are taken from dr.Sardjito central hospital patient with clinical symptomps of spondylosis and take spine radiology examination. Result : Based on the assessment of 30 samples, diagnostic accuracy of digitizer soft copy group p=0,18, camera soft copy group p=0,564. For the image quality, digitizer soft copy group p=0,317, camera soft copy group p<0,001. Conclusion : No statistically significant difference in diagnostic accuracy between plain film hard copy compared with digitizer and pocket camera. No statistically significant difference in image quality between plain film hard copy compared with digitizer, but there is a significant difference in image quality between plain film hard copy and camera.
Kata Kunci : Spondilosis, Hard Copy, Soft Copy, Digitizer, Kamera Saku, Teleradiologi