MASA KERJA, PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG MATA, WAKTU PAPARAN DAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PEKERJA BENGKEL LAS DI KOTA YOGYAKARTA
AZIR ALFANAN, Prof. Dr. dr. Soebijanto; dr. Hartono, Sp. M(K).
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar Belakang: Ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel las. Pemakaian alat pelindung mata, kekuatan penerangan atau pencahayaan, waktu papar, masa kerja, kelainan refraksi dan umur merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan pekerja las. Di Yogyakarta terdapat 15 bengkel las yang sebagian besar belum pernah dilakukan pemeriksaan visus mata sehingga tidak diketahui ketajaman penglihatan pekerja bengkel las. Tujuan: Melindungi pekerja bengkel las dari risiko gangguan ketajaman penglihatan yang ditinjau dari masa kerja, pemakaian alat pelindung mata, dan waktu paparan Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 65 orang mempunyai ketajaman penglihatan normal dan 19 orang yang mempunyai ketajaman penglihatan sudah buruk. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan negatif antara masa kerja dengan ketajaman penglihatan (p = 0,000 dan r = -0,574), Ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai dan yang tidak memakai alat pelindung mata (p = 0,000), ada hubungan negatif antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan (p = 0,004 dan r = -0,312), dan pemakaian alat pelindung mata mempunyai peranan paling besar dalam menentukan gangguan ketajaman penglihatan (coefficient β = 0,181). Kesimpulan: Ada hubungan antara masa kerja dengan ketajaman penglihatan, ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai alat pelindung mata dan responden yang tidak memakai alat pelindung mata, ada hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan, dan pemakaian alat pelindung mata mempunyai peranan paling besar dalam menentukan gangguan ketajaman penglihatan.
Background: Visual acuity is a problem of Occupational Safety and Health (OSH) in welding workshop. Eye protection equipment usage, illumination or lighting, exposure duration, working period, refractive error and age can affect visual acuity of welding workers. In Yogyakarta there were 15 welding workshops, which were mostly never carried out visual acuity check, they didn’t know the visual acuity of their welding workers. Objective: This research aimed to protect the welding workers from low vision risk based on working period, eye protectection equipment usage, and exposure time. Methods: This research used analytic method with cross sectional design. The sampling technique which used was purposive sampling. Results: The results showed that, there were 65 respondents had normal visual acuity and 19 respondents who had already decreased their visual acuity. The analysis showed that there was negative correlation between working period with visual acuity (p = 0.000 and r = -0.574), there was difference in visual acuity between the respondents who used and who didn’t use eye protection equipment (p = 0.000), there was negative correlation between exposure duration with visual acuity (p = 0.004 and r = -0.312), and eye protection equipment usage had most huge influence visual acuity error (coefficient β = 0,181). Conclusion: There was negative correlation between working period with visual acuity, there was difference of visual acuity between respondents who used eye protection equipment and them who didn’t use, there was negative correlation between the exposure duration with visual acuity, and eye protection equipment usage had most huge influence visual acuity error.
Kata Kunci : Ketajaman penglihatan, masa kerja, pemakaian alat pelindung mata, waktu paparan, bengkel las.