PERBANDINGAN PEMBERIAN FENTANIL 2 μg/ KGBB IV DENGAN PERLAKUAN HUFFING MANOEUVRE DAN TANPA PERLAKUAN DALAM MENCEGAH BATUK
Lillah Fitri, Dr. Yusmein Uyun, SpAn, KAO
2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang. Pemberian fentanil intravena sebagai Preemptive Analgesia sering dan umum dilakukan untuk menumpulkan respon hemodinamik pada saat intubasi trakea. Tetapi fentanil dapat menyebabkan batuk dapat menggangu. Salah satu usaha pencegahan yang dilakukan adalah dengan cara memberikan perlakuan huffing manoeuvre. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fentanil intravena 2 μg/kgbb dengan perlakuan manuver huffing dibandingkan dengan fentanil intravena 2 μg/kgbb tanpa perlakuan dalam mencegah batuk. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan desain Uji klinis acak terkontrol tersamar ganda yang mengikutsertakan 94 sampel ASA I-II, yang menjalani prosedur operasi bedah elektif dengan anestesi umum. Setelah dilakukan randomisasi, subyek penelitian dikelompokkan menjadi dua. Masing – masing kelompok mendapat fentanil 2 μg/kg. Kelompok 1 sampel mendapat perlakuan manuver huffing dan kelompok 2 sampel tidak dapat perlakuan. Insiden batuk dinilai dalam 120 detik setelah injeksi fentanil yang dibagi dalam menit pertama dan menit kedua. Derajat keparahan batuk dibagi atas batuk ringan (1-2), sedang (3-5), berat (> 5). Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik yaitu uji t test dan uji chi kuadrat, di mana nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil. Pemberian fentanil 2 ug/kgbb iv dengan huffing manoeuvre dapat mencegah batuk dibanding pemberian fentanil 2 ug/kgbb iv tanpa huffing manoeuvre. Secara statistik ada perbedaan bermakna (p < 0,05) insiden batuk pada kedua kelompok. Kelompok dengan huffing manoeuvre dapat mencegah batuk dari insidensi batuk 4,3% menit pertama dan pada menit kedua 8,5%, sedangkan kelompok tanpa huffing manoeuvre yaitu insidensi batuk 19,2% menit pertama dan 12,8% pada menit kedua. Kesimpulan. Insidensi batuk pada kelompok yang diberi fentanil dosis 2ug/kgbb iv dengan huffing manoeuvre dapat mencegah batuk dibanding tanpa huffing manoeuvre.
Background. Intravenous administration of fentanyl as preempetive analgesia is a common practice to reduce the hemodynamic response to tracheal intubation. However this may be accompanied by cough. This unexpected coughing be may unpleasant. One of the preventive have done is by a huffing manoeuvre performed. The study was designed to evaluate the effect of fentanyl 2 μg/kgbw with huffing manoeuvre performed compare with fentanyl 2 μg/kgbw without huffing manoeuvre performed. Methods. This study will done with clinical design controlled study and double blind randomized into 94 patients ASA physical status I-II, undergoing elective surgical prosedures under general anaesthesia. Patients will be randomized into two groups. Each group take fentanyl 2 μg/kgbw. Group I served as huffing moeuvre performance and group II without huffing moeuvre performance. Any episode of cough within 120 second after fentanyl administration was classified as fentanyl induced cough. The severity was graded based on the number of coughs as mild (1- 2), moderate (3-5), severe (>5). These will be record after fentanyl injection. The data will be analysis with t-test and chi square at the significance level of p< 0,05. Results. Intravenous administration of fentanyl 2 μg/kgbw with huffing manoeuvre performed could prevent cough compare with fentanyl 2 μg/kgbw without huffing manoeuvre performed. There was significantly difference (p< 0,05) the incidence of cough in both groups. The group with huffing manoeuvre performed could prevent cough 4,3 % in first minute and 8,5% in second minute, while in group without huffing manoeuvre performed, the incidence of cough 19,2% in first minute and 12,8% in second minute. Conclusions. The incidence of cough after intravenous administration of fentanyl 2 μg/kgbw with huffing manoeuvre performed could prevent cough compare without huffing manoeuvre performed.
Kata Kunci : fentanil, batuk, huffing manoeuvre