Laporkan Masalah

Variasi Genetik Pertumbuhan dan Respon Terhadap Penyakit Karat Tumor pada Uji Keturunan Sengon di Jember dan Lumajang

Agustian Virgi Ikhziana, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut., MP.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Sengon merupakan salah satu spesies fast growing dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, namun demikian saat ini pertanaman sengon mengahadapi masalah serangan penyakit karat tumor (gall rust). Agar dapat memperoleh tanaman sengon dengan kualitas dan produktivitas yang tinggi diperlukan sumber benih unggul dari segi pertumbuhan maupun ketahanan terhadap penyakit karat tumor. Salah satu upayanya adalah melalui program pemuliaan pembangunan pertanaman uji keturunan. Penelitian dilaksanakan di plot uji keturunan Sengon B2PBPTH Yogyakarta di dua lokasi yaitu Jember di RPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember dan Lumajang di dusun Kayu Enak, desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variasi pertumbuhan pada masing-masing famili, menaksir parameter genetik pertumbuhan tanaman sengon di masing-masing lokasi maupun gabungan lokasi, dan mengetahui respon masing-masing famili pada penyakit karat tumor di kedua lokasi. Berdasarkan hasil analisis varians, variasi pertumbuhan pada masing-masing famili adalah berbeda nyata di masing-masing lokasi maupun gabungan lokasi. Beberapa famili terlihat konsisten masuk rangking 10 famili terbaik untuk sifat tinggi maupun diameter yaitu di Jember, famili nomer 13, 66, 20, 55, 51, 4, 14, 53; di Lumajang, famili nomer 61, 54, 55, 53, 10, 2 dan untuk gabungan lokasi, famili nomer 55, 53, 2, 51, 14, 20, 10. Mengacu klasifikasi nilai heretabilitas berdasarkan Cotteril dan Dean (1994), maka nilai heritabilitas sifat pertumbuhan tinggi dan diameter di lokasi Jember termasuk tinggi untuk semua sifat. Sedangkan di Lumajang termasuk kategori rendah untuk semua sifat, kombinasi lokasi, rendah untuk sifat tinggi dan moderat untuk sifat diameter. Berdasarkan analisis serangan penyakit karat tumor menunjukan adanya respon yang berbeda nyata terhadap penyakit karat tumor pada masing-masing famili yaitu dengan nilai F-hit=4,11. Famili yang menunjukan respon paling baik dengan luas serangan yang paling kecil adalah famili-famili yang berasal dari provenan Wamena. sehingga famili yang direkomendasikan untuk kegiatan pengembangan sengon selanjutnya adalah famili-famili yang masuk dalam rangking terbaik breeding value untuk sifat dimeter maupun tinggi dan berasal dari provenan Wamena yaitu famili nomer 2, 51, 53 dan 55.

Sengon is one of the fast growing species and has high economic value. However the sengon plantation is facing the problem of gall rust disease. In order to obtain sengon plant with high quality and productivity, it necessary improved seed source of the growth and gall rust disease resistance. One of its efforts is breeding programs, particularly through the development of progeny test plantation. This research was conducted in sengon progeny test plot of B2PBPTH Yogyakarta in two locations, Jember in RPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember and Lumajang in Kandang Tepus Village, Senduro sub-district. The purposes of this study were to determine the variation of the growth in each family, to estimate genetic parameters of sengon plant growth in every location and combination lokation, and know the response of each family to gall rust disease in both of location. Based on the variance analysis of growth variation in each family are significant in every location nor combination location. Some families look consistent entered top 10 best family in diameter and height trait, in Jember are family numbers 13, 66, 20, 55, 51, 4, 14, 53; Lumajang, family numbers 61, 54, 55, 53, 10, 2 and for the combination location, family numbers 55, 53, 2, 51, 14, 20, 10. Referring the classification based on the heretabilitas value by Cotteril and Dean (1994 ), so the heritability of height and diameter growth trait in Jember locations including high for all traits. While in Lumajang is low for all traits and combination location, low to height trait and moderate to diameter trait. Based on the analysis of the gall rust disease showed response is significant to gall rust disease in each family (Fhit = 4,1). Families that showed the best response with the minimal of desease incidence value are the family that came from Wamena provenance, so the family which recommended for sengon development activities at the future are the families that entered the best ranking of breeding value for high and dimeter trait and derived from Wamena provenances, the family numbers 2, 51, 53 and 55.

Kata Kunci : Sengon, uji keturunan, diameter, tinggi, karat tumor, rangking famili, Sengon, progeny test, diameter, height, gall rust disease, ranking family


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.