Laporkan Masalah

STUDI SIMULASI TRANSPORTASI CAMPURAN ASPAL PANAS DAN ZONA LAYANAN ASPHALT MIXING PLANT

M. Syamsul Hadi, Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Temperatur Hot Mix Asphalt (HMA) akan menurun seiring berjalannya waktu akibat perbedaan suhu dengan lingkungan sekitar. Penurunan suhu yang melampaui suhu pemadatan minimum akan mengakibatkan HMA menjadi kurang plastis dan material menjadi sulit dipadatkan. Untuk meminimalkan penurunan suhu maka HMA yang dihasilkan oleh Asphalt Mixing Plant (AMP) harus segera dikirim ke lokasi proyek konstruksi. Unit Pengolah Campuran Aspal (UPCA) Pasuruan adalah satu unit kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki peralatan utama AMP berkapasitas 50 ton/jam. Berdasarkan pertimbangan teknis maka perlu untuk dilakukan penelitian untuk mengetahui jangkauan pelayanan dari unit kerja UPCA Pasuruan. Persamaan penurunan temperatur HMA terhadap waktu pada saat campuran HMA keluar dari AMP sampai ke lokasi penghamparan dicari dengan regresi data temperatur HMA dari pengukuran langsung. Setelah persamaan penurunan temperatur diketahui, langkah selanjutnya adalah membuat model simulasi pekerjaan penghamparan dan pemadatan menggunakan perangkat lunak EZ-Strobe. Variasi model dilakukan terhadap lebar penghamparan dan jumlah alat pemadat yang digunakan. Selain data kecepatan, penurunan temperatur campuran, dan panjang jalan, input program akan mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan (PAHS) Bina Marga 2010 dan kapasitas peralatan yang dimiliki oleh UPCA Pasuruan. Simulasi menggunakan Stroboscope dilakukan untuk mencari jangkauan pelayanan terjauh pada ruas jalan nasional dan propinsi. Persamaan penurunan temperatur dari HMA tipe Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) yang diproduksi oleh UPCA Pasuruan pada saat pengambilan data berbeda untuk setiap jenis truk pengangkut yang digunakan. Hasil simulasi mendapatkan bahwa jangkauan pelayanan terjauh UPCA Pasuruan untuk pekerjaan jalan nasional dicapai pada jenis pekerjaan dengan menggunakan truk angkut kapasitas 13 ton, lebar 2 lajur pemadatan, dan menggunakan 2 tandem roller yakni sepanjang 64,6 kilometer dimulai dari kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo sampai ke Kota Probolinggo dengan titik tengah pertigaan Ngopak. Sedangkan jalan propinsi yang mampu dilayani sepanjang 53,6 kilometer dimulai dari desa Wonorejo dan batas kecamatan Rembang di sebelah barat sampai ke batas kecamatan Lumbang dan kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo di sebelah timur dengan titik tengah pertigaan Winongan.

Temperature of Hot Mix Asphalt (HMA) will decrease due to differential temperature with ambient temperature. If temperature decrease to lower than minimum compaction temperature, HMA will become less plastic and difficult to compacted. To minimize temperature decrease, HMA produced by Asphalt Mixing Plant (AMP) need to be transported to construction site immediately. Unit Pengolah Campuran Aspal (UPCA) Pasuruan is branch of Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Ministry of Public Works which has an AMP with 50 ton/hour in capacity. In term of technical consideration, it is necessary to conduct research to determine supplying coverage zone of UPCA Pasuruan. Equation of HMA decreasing temperature related to time when HMA leaving from AMP to construction site is created by regression of direct measurement of HMA temperature’s data. Next step is creating simulation model of HMA spread and compaction work using EZ-Strobe. Model varied in spread wide and number of compaction vehicle used. Input program will comply with Panduan Analisa Harga Satuan (PAHS) Bina Marga 2010 and UPCA Pasuruan tool’s capacity except for input of speed, temperature decrease equation, and distance measurement. Simulation using Stroboscope is generated to determine supplying cooverage zone in national and province road. Temperature decrease equation of HMA Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) in type which was produced when research is conducted is different depend on the dumptruck used. With HMA spread velocity equal to AMP production capacity, the longest coverage zone is achieved by HMA project with two effective compaction line in wide, using small truck, and 2 tandem rollers. The supplying coverage zone of national road is 64,6 kilometer start from district Jabon, region Sidoarjo to Probolinggo city with Ngopak market t-junction as midpoint. Supplying coverage zone of province road is 53,6 kilometer start from Wonorejo village and border of distric Rembang in west to border of district Lumbang and district of Tongas region Probolinggo with Winongan t-junction as midpoint.

Kata Kunci : HMA, AMP, Jangkauan Pelayanan, EZ-Strobe, HMA, AMP, Coverage zone


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.