IMPLEMENTASI JAMINAN PERSALINAN TAHUN 2011 HINGGA TAHUN 2012 DILIHAT DARI PERSEPSI PASIEN (IBU HAMILMELAHIRKAN) DAN PERSONEL PUSKESMAS DI KOTA TERNATE, MALUKU UTARA
RIADIANI N DRUPADI, dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Jampersal telah dilaksanakan sejak tahun 2011 di Kota Ternate, Maluku Utara. Oleh karena itu diperlukan sebuah evaluasi lebih lanjut yang dapat digunakan untuk sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki program asuransi kesehatan. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan Jampersal dari tahun 2011 hingga tahun 2012 di Kota Ternate, Maluku Utara. Alat dan bahan : Alat ukur penelitian ini menggunakan panduan wawancara mendalam yang direkam menggunakan recorder. Panduan wawancara mendalam terdiri dari : 1. Bagaimana pengalaman Bapak/Ibu dalam mengikuti Jampersal? 2. Apa yang Bapak/Ibu rasakan manfaat dari Jampersal? 3. Apa yang menurut Bapak/Ibu masih dapat ditingkatkan lagi dari pelaksanaan Jampersal? Hasil : Pengalaman yang dirasakan selama mengikuti Jampersal yaitu syarat mengikuti Jampersal mudah, keterlibatan dokter umum sangat minimal, kurang mendukung program Keluarga Berencana (KB), bisa melahirkan di rumah, membayar KB pasca salin. Manfaat yang didapatkan yaitu Jampersal tidak dipungut biaya, bidan menjadi semakin ramah, kunjungan ibu hamilmelahirkan dan perawatan neonatus semakin banyak, bidan menjadi sering berkonsultasi dengan dokter. Masukan bagi Jampersal adalah klaim ditambah, pencairan klaim dipercepat dan tidak berbelit-belit, peran dokter ditingkatkan dalam menangani pasien Jampersal, diadakan pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatus Emergensi Dasar (PONED) dan edukasi atau sosialiasi bagi tenaga kesehatan secara berulang, dan perbaikan fungsi asuransi sebagai transfer risiko. Kesimpulan : implementasi Jampersal dari tahun 2011 hingga tahun 2012 di Kota Ternate belum optimal. Pelaksanaan Jampersal di Kota Ternate masih memerlukan perbaikan.
Background : Jampersal has been done since 2011 in Ternate, North Maluku. Therefore it needs more evaluation which can be used by stakeholder in considering make decision about health insurance. Objective : to explore how Jampersal was implemented from 2011 to 2012 in Ternate, North Maluku. Tools and materials : indepth interview which was recorded then transcripted. List of question for indepth interview : 1. How was your experiences joining Jampersal? 2. What advantage did you get? 3. What is your opinion to improve Jampersal? Results : experience : easy to participate in Jampersal, doctors had less roles in Jampersal, this program overlapped with family planning program, baby delivery at home, fee of post natal family planning. Advantage : no fee for baby delivery, midwives became mor friendly than before, jampersal could increase antenatal and post natal care, midwives consulted with doctors more often. Suggestion : midwife wants more claim, do not delay the claim, be simple in documenting administration, doctor’s role should be involved, the continuing medical training like basic obstetry emergency or PONED and education for patients should be conducted too. Education for patients is needed because they are not just passive receiver but also give risk to the insurer. Conclusion : implementation of Jampersal since 2011 to 2012 in Ternate, Nort Maluku has not been optimal. It needs more improvement to achieve the better Jampersal.
Kata Kunci : ampersal, Pelayanan Kesehatan Primer, Dokter Keluarga