Laporkan Masalah

THE PROFILE OF SEXUAL VIOLENCE CASES IN DR SARDJITO HOSPITAL FROM YEAR 2009 TO 2011

TAN SZE WEI, Dr. IBG Surya Putra P.,Sp.F

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

LATAR BELAKANG: Kekerasan seksual didefinisikan sebagai perilaku seks yang dikenakan pada seorang wanita, pria, atau anak, tanpa persetujuan mereka. Populasi yang berisiko tinggi untuk kekerasan seksual, termasuk fisik atau cacat mental, orang tunawisma, alkohol dan pengguna narkoba, dan orang bawah usia 24 tahun. Namun, studi temtang profile dan distribusi kekerasan seksual terbatas. TUJUAN: Untuk menggambarkan profil dan distribusi kasus kekerasan seksual dalam tahun 2009 sampai 2011 di Unit Pelayanan Terpadu Krisis rumah sakit Dr Sardjito, serta menganalisis penyebab yang menyebabkan insiden ini. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Subjek adalah korban yang dikirim di Unit Pelayanan Terpadu Krisis dr. Sardjito dan disimpulkan sebagai kasus-kasus kekerasan seksual dalam tahun 2009 sampai 2011. Subjek disertakan jika dicatat sebagai kasus kekerasan seksual dalam buku pendaftaran. Kami mengecualikan korban di mana rekam medis tidak tersedia selama periode pengumpulan data. HASIL: 42 kasus kekerasan seksual dikumpulkan dalam tahun 2009 dan 2011. Frekuensi kekerasan seksual berfluktuasi setiap tahun. Semua korban adalah perempuan, tunggal dan tidak alkoholisme. Kebanyakan korban berusia antara 0-19 tahun dengan hanya tingkat pendidikan dasar dan tidak tinggal bersama penyerang. Sebagian besar kasus terjadi di luar rumah antara jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Kebanyakan korban tidak mengkonsumsi alkohol ketika kekerasan seksual terjadi. Cedera tumpul merupakan cedera paling umum. Internal anogenital adalah situs yang paling umum. Kebanyakan korban menderita gangguan stress pasca trauma setelah kasus kekerasan seksual. Uji swab vagina dan visum et repertum diminta dalam sebagian besar kasus kekerasan seksual. KESIMPULAN: Kasus kekerasan seksual berfluktuasi dari tahun ke tahun. Single, usia muda, tingkat pendidikan rendah dan kegiatan sosial malam paling terpengaruh.

BACKGROUND: Sexual abuse is defined as any sexual act or behavior that is imposed on a woman, man, or child, without their consent. High risk populations including the physically or mentally disabled; homeless persons; alcohol and drug users; and persons under the age of 24 years. However, there are limited study in Indonesia showed the profile and distribution of sexual violence. OBJECTIVE: To describe the profile and distribution of sexual violence cases within year 2009 until 2011 in Unit Pelayanan Krisis Terpadu of Dr. Sardjito hospital. Hence, to analyze the causes that lead to this incidence. METHOD: This is an observational descriptive study. Subject are victims who were sent in Unit Pelayanan Krisis Terpadu of dr. Sardjito Hospital and concluded as sexual violence cases within year 2009 until 2011. Subject is included if it is recorded as sexual violence case in registration book. We exclude the victim where medical record is unavailable during data collection period. RESULT: The study showed 42 sexual violence cases collected within year 2009 and 2011. All victims are female, single and not alcoholism. Most victims are in 0-19 years old with only primary educational level and did not live with the attacker. Most cases occurred outside of the house between 6pm until 6am. Most victims did not consume alcohol when sexual violence occurred. Blunt injury is the most common injury. Internal anogenital is the most common site of anogenital injury. Most victims suffer from posttraumatic stress disorder after the sexual violence cases. Vaginal swab test was performed on most of the victims. Most visum et repertum was requested. CONCLUSION: The trend of sexual violence cases is fluctuant by year. Single, young age, low educational level and night social activity lifestyle being the most affected.

Kata Kunci : Kekerasan seksual, forensik, profil kasus, jenis dan lokasi cedera


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.