Laporkan Masalah

RASIO PREVALENS GANGGUAN PENGHIDU PADA PEKERJA PABRIK TEKSTIL DENGAN PAPARAN GAS KLORIN

TENNY NALITA KANTI, Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, Sp.THT(K), M.Kes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang:Klorin merupakan substansi mudah menguap dan berbau menyengat yang terbukti dapat mempengaruhi fungsi organ pernapasan. Namun, masih sedikit penelitian yang membuktikan adanya pengaruh gas klorin terhadap organ penghidu. Tujuan:Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya hubungan antara paparan gas klorin terhadap adanya gangguan penghidu pada pekerja pabrik tekstil. Metode:Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan penghidu dengan tes yang menggunakan 6 macam zat volatile (camphora, carbon disulfide, vanili, oleum menthol piperate, eter, dan capsaicin). Delapan puluh orang subyek yang merupakan pekerja pabrik tekstil dilibatkan dalam penelitian ini. Kemampuan menghidu dikatakan normal apabila dapat menghidu ke-enam zat dalam tes. Analisis hasil menggunakan uji kai-kuadrat. Hasil:Ditemukan 10(25%)pekerja yang positif mengalami gangguan penghidu pada kelompok yang terpapar klorin di atas ambang batas. Sedangkan pada kelompok dengan kadar klorin tak terdeteksi, ditemukan 2(5%)pekerja yang positif mengalami gangguan penghidu. Didapatkan rasio prevalens sebesar 5 dengan CI 95%(1,289-31,115), dan nilai p= 0,012. Kesimpulan:Paparan gas klorin yang di atas ambang batas terbukti meningkatkan angka kejadian gangguan penghidu pada pekerja pabrik.

Background: Chlorine is a volatile substance with strong smell which proven to have an effect on respiratory organ’s function. But, the research of its effect on olfaction organ is still inadequate. Objective:This research was done in order to prove the relation of chlorine exposure to olfactory dysfunction in the textile industry’s workers. Method:In this research, six volatile substances were used in the olfactory function test (camphora, carbon disulfide, vanili, oleum menthol piperate, eter, and capsaicin). Eighty subjects whom are workers of a textile factory, were involved in this research. The olfaction ability was considered as normal if the subject could smell the whole 6 substances in the test. The results were analyzed, using the Chi-square test. Result:It was found that 10(25%) of the workers in the group with chlorine exposure exceeding the limit, were having an olfactory dysfunction. Meanwhile, in group with undetected level of chlorine, there were only 2(5%) of the workers with olfactory dysfunction. The prevalence ratio was 5 with CI 95%(1,289-31,115), and the p-value= 0,012. Conclusion:Exposure to chlorine gas beyond the threshold value was proven to increase the event of olfactory dysfunction in factory workers.

Kata Kunci : Klorin, Anosmia, Gangguan Penghidu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.