RANCANGBANGUN SISTEM PEMANTAU PENGANGKUTAN ZAT RADIOAKTIF MENGGUNAKAN SMS TERSANDI
ADI ABIMANYU, I Wayan Mustika, S.T., M.Eng., Ph.D
2014 | Tesis | S2 Teknik ElektroAspek keselamatan dan keamanan pengangkutan zat radioaktif dari pengirim ke penerima sangat penting dan harus terjamin. Penelitian ini mengusulkan sebuah prototipe sistem pemantau yang mengintegrasikan Surveymeter, GPS dan komunikasi nirkabel menggunakan SMS terenkripsi. SMS tersebut dienkripsi menggunakan algoritme hybrid, yang mengkombinasikan antara algoritme Vigenere dan Vernam. Sehingga, prototipe yang diusulkan dapat memantau laju dosis (tingkat radiasi) dan posisi kendaraan yang membawa zat radioaktif, serta mendukung komunikasi informasi terenkripsi yang dapat dimonitor dari jarak jauh secara real-time oleh pengawas di ruang kendali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa monitor radiasi memiliki nilai stabilitas pencacahan (chi square) antara 34,746 – 67,50; kemampuan pencacahan dari 1 Hz sampai dengan 327 kHz yang dicapai dengan prosentase kesalahan 0,020%. Modul Moniotr posisi bekerja baik ketika digunakan di luar ruangan dengan standar deviasi 0. Waktu komputasi yang dibutuhkan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi menggunakan algoritme hybrid yang diusulkan adalah 39,63 ms dan 27,04 ms.
Safety and security aspects of radioactive substances from the sender to the receiver are important and should be assured. This research proposes a monitoring system, which integrates surveymeter, GPS, and wireless communication using encrypted SMS. The SMS is encrypted using the proposed Hybrid algorithm, which is a combination between Vigenere and Vernam algorithm. Thus, the proposed prototype can monitor the dose rate (radiation rate) and vehicle position that carries radioactive substances, and support the communication of encrypted information that can be monitored remotely in realtime fashion by supervisor in the control room. Test results show that radiation monitor module operates within stability counting value (chi-square) range of 34.764??67.50; counting ability from 1 Hz to327kHz is achieved within percentage error from 0 to 0.020%. The position monitoring module works well when used outdoor with standard deviation of 0. Computational time required to encrypt and decrypt messages using the proposed hybrid algorithm is 39.63 ms and 27.04 ms.
Kata Kunci : SMS, enkripsi, dekripsi, Hybrid Vigenere Vernam