Laporkan Masalah

ANALISIS KONTINGENSI GENERATOR PADA SISTEM TRANSMISI 500 KV JAWA BALI

ULFA AULIA, Ir.Tiyono,M.T.

2014 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO

Studi kontingensi pada sistem transmisi 500 kV Jawa Bali membantu dalam mempelajari karakteristik sistem terhadap lepasnya sejumlah generator dengan memperhatikan tegangan bus, pembebanan saluran dan ketersediaan cadangan berputar. Perhitungan Indeks Performa Kontingensi (IPK) Generator digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh generator tersebut lepas terhadap pembebanan saluran dan tegangan bus pada sistem setelahnya. Selanjutnya dilakukan simulasi kontingensi jamak dengan pelepasan generator berurutan berdasarkan rangking IPK. Sistem tidak layak untuk beroperasi pada kondisi kontingensi. Karena pada kontingensi N-1, tegangan bus terendah adalah 0,939 pu pada bus Pedan. Namun dari segi cadangan, sistem mampu beroperasi hingga kontingensi N-3 dengan total daya lepas sebesar 1601 MW. Skema Pelepasan Beban dilakukan pada kontingensi N-4 karena swing bus sudah tidak mampu menyuplai permintaan daya dari sistem dengan penurunan frekuensi hingga 49,1 Hz. Beban dilepas sebesar 814 MW membuat tegangan pada sistem kembali naik, pembebanan saluran kembali turun, dan swing bus kembali memiliki cadangan berputar sebesar 286,46 MW. Operasi sistem transmisi 500 kV Jawa Bali tidak layak beroperasi pada kondisi kontingensi generator. Skema pelepasan beban menjadi solusi pada kondisi sistem menuju runtuh akibat kontingensi generator secara jamak.

Contingency Analysis on 500 kV Java-Bali transmission system shows the characteristics of this system by giving attention to bus voltage, line loading and the availability of reserve. Contingency Performance Index calculation for generator is used to indicate how the generator outage affect to line loading and bus voltage on the system afterwards. Multiple generator contingency simulation has done with sequence of generator outage based on a Contingency Performance Index ranking. The system is not feasible to operate on contingency conditions, because the N-1 contingency, the lowest bus voltage is 0.939 pu at Pedan bus. But in terms of reserves , the system is able to operate up to N-3 contingency with total power outage 1601 MW. Load Shedding scheme performed on N-4 contingency, because swing bus is not able to supply the power demand of the system with frequency drop to 49.1 Hz. 814 MW of load is removed then the voltage on the system increase, line loading decrease, and the swing bus get the reserve back, it is 286.46 MW. 500 kV Java-Bali transmission system in is not feasible to operate on generator contingency conditions . Load shedding scheme is one of solution for system towards collapse because of multiple generator contingency.

Kata Kunci : kontingensi generator, kontingensi jamak, aliran daya, pelepasan beban


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.