IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (Studi Kasus di Puskesmas Jetis Yogyakarta)
VINA RIZKI LESTARI, Drs. Mashuri Maschab, SU.
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Selama ini banyak kebijakan Pemerintah yang dikeluhkan oleh masyarakat karena dianggap tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat atau tidak memberikan manfaat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, terutama pada masyarakat miskin. Tetapi ternyata di antara banyak kebijakan Pemerintah, Penulis menemukan bahwa Jaminan Persalinan (JamPersal) yang di luncurkan pada tahun 2011 melalui Kementerian Kesehatan, merupakan kebijakan yang sangat membantu masyarakat tidak mampu. Jampersal mungkin salah satu contoh best practice dari sedikit kebijakan pemerintah yang dianggap baik terutama dikaitkan dengan pelayanan publik. Seluruh pendanaan program JamPersal ini ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program JamPersal bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang mencakup pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, pelayanan nifas dan pelayanan bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui Implementasi program Jaminan Persalinan di Puskesmas Jetis. Apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis JamPersal atau belum sesuai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu menggunakan metode penelitian studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan data sekunder diperoleh dari pengolahan data. Teknik analisa data di mulai dari beberapa literatur yang mendukung, pengumpulan informasi melalui wawancara mendalam dan pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa pelaksanaan Implementasi program Jaminan Persalinan yang diterapkan di Puskesmas Jetis telah terlaksana, hal ini didasarkan dari adanya indikator – indikator dari 4 variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward 1980 yaitu dari sisi komunikasi, sumber daya, disposisi atau sikap pelaksana dan struktur birokrasi. Dari sisi komunikasi, para bidan pelaksana program JamPersal di Puskesmas Jetis telah melaksanakan dan menangani pasien JamPersal sesuai dengan prosedur petunjuk teknis JamPersal, yaitu Pemeriksaan ANC ( Ante-Natal Care ) 1 kali pada triwulan pertama, 1 kali pada triwulan kedua, dan 2 kali pada triwulan ketiga. Namun kadang pada pertemuan triwulan kedua masih ada pasien tidak memanfaatkan pemeriksaan, padahal pada pemeriksaan pada triwulan itu penting untuk ibu hamil, dikarenakan pemeriksaan terakhir sebelum pasien tersebut persalinan. Dari sisi sumber daya manusia, para bidan pelaksana di Puskesmas Jetis tidak membeda – beda pasien yang berkunjung di Puskesmas tersebut. Seluruh pasien program JamPersal yang berkunjung di Puskesmas Jetis dilayani sesuai dengan prosedur atau ketentuan – ketentuan yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis JamPersal. Dan dari sisi sumber daya anggaran, adanya keluhan mengenai keterlambatan pencairan dana program JamPersal, namun kendala tersebut tidak menjadi penghalang para bidan pelaksana dalam menangani pasien JamPersal di Puskesmas Jetis. Kendala lambatnya pencairan dana program JamPersal ini tidak dipungkiri dalam jangka waktu yang panjang, apabila sering berlanjut hal bisa mengakibatkan para bidan tersebut mengalami kejenuhan, sehingga akan berdampak buruk terhadap pelayanan dan penanganan program tersebut di kemudian hari. Dari sisi disposisi atau sikap pelaksana, seluruh karyawan maupun para pelaksana program JamPersal di Puskesmas Jetis penuh dengan semangat dan ceria dalam melaksanakan tugasnya masing – masing. Hal ini dilihat dari hasil observasi peneliti. Keramahan dari seluruh karyawan atau staff membuat pasien yang berkunjung merasa nyaman dan senang, ketika berkunjung ke Puskesmas Jetis. Dan dari sisi struktur birokrasi, seluruh karyawan termasuk para pelaksana program JamPersal di Puskesmas Jetis telah melayani seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas sesuai dengan Prosedur Kerja ( PK) dan Instruksi Kerja ( IK ) yang telah ditetapkan, yang dalam hal ini tidak hanya diberlakukan untuk program JamPersal saja, melainkan untuk seluruh pelayanan yang ada di Puskesmas Jetis. Selain dari 4 indikator yang telah dipaparkan diatas, ada indikator – indikator yang mendukung dalam keberhasilan implementasi JamPersal di Puskesmas Jetis adalah dilihat dari kualitas dan kuantitas. Dari sisi indikator kualitas, berdasarkan sosialisasi yang telah dilaksanakan oleh pihak Puskesmas Jetis yang bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota dalam mempromosikan program JamPersal kepada masyarakat kecamatan Jetis yaitu dengan mengadakan penyuluhan dan menyebarkan buku saku yang berisi tentang informasi seputar program JamPersal dan poster – poster program JamPersal, fasilitas – fasilitas tersebut didanai oleh Dinas Kesehatan Kota. Kemudian juga berdasarkan informasi yang diperoleh mengenai kesan dan masukan dari pasien – pasien pengguna JamPersal yang menyatakan bahwa pelayanan yang telah diberikan oleh bidan – bidan pelaksana JamPersal di Puskesmas Jetis sudah baik, tidak ada kendala – kendala yang dirasakan oleh pasien tersebut. Dan dilihat dari sisi indikator kuantitas, berdasarkan data yang diperoleh dari Ketua Tim Pengelola dan Pelaksana JamPersal yaitu Ibu Jumirah bahwa implementasi JamPersal di Puskesmas Jetis sudah berjalan sesuai dengan prosedur dari petunjuk teknis JamPersal. Sebagian data ada yang tidak dapat diperoleh, dikarenakan pada pertengahan tahun 2012 penanggungjawab pengelola JamPersal mengalami perolingan jabatan, sehingga dari penanggungjawab terdahulu belum menyerahkan data semasa beliau menjabat secara detail kepada penanggungjawab JamPersal yang akan menindak lanjuti program JamPersal tersebut, jadi ada beberapa data yang menjadi kurang valid. Hal tersebut menjadi keterbatasan peneliti dalam memperoleh data.
-
Kata Kunci : -