Laporkan Masalah

KAJIAN PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK BANDARA KULON PROGO

M. Ubaydillah Ema M, Prof. Dr. Ir. Bambang Yulistiyanto; Prof. Dr. Ir. Budi S. Wignyosukarto

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bandara Kulon Progo direncanakan untuk menggantikan bandara Adisutjipto yang telah terlampaui kapasitas jumlah penumpang maksimumnya. Penumpang eksisting Bandara Adisutjipto lebih dari 4 juta penumpang pertahun (JPP), sementara kapasitasnya adalah 1,5 JPP. Bandara Kulon Progo direncanakan memiliki kapasitas penumpang 20 JPP, memiliki konsep airport city dan bertaraf internasional, sehingga diperkirakan kebutuhan airnya juga besar. Tujuan dari tesis ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air Bandara Kulon Progo, ketersediaan sumber air dan jaringan transmisi dari sumber air menuju bandara. Perhitungan kebutuhan air bandara didasarkan pada rencana jumlah penumpang serta fasilitas bangunan operasional standar bandara (terminal penumpang, gedung operasional, masjid dll.) sesuai dengan Peraturan Dirjen Kementerian Perhubungan nomor : SKEP/77/VI/2005 dan bandara eksisting seperti Bandara Juanda, Ngurah Rai, Adisutjipto dan Soekarno-Hatta. Jumlah dan jenis bangunan komersial mengacu pada Bandara Soekarno-Hatta. Sumber air untuk memenuhi kebutuhan air diambil dari salah satu alternatif diantara Sungai Progo, Sungai Bogowonto dan Waduk Sermo yang bisa memenuhi beberapa aspek seperti kuantitas air, kualitas air dan bisa atau tidaknya menyalurkan air tersebut menuju bandara. Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai kebutuhan air untuk Bandara Kulon Progo yaitu 0,03 m3/dt atau 2.580,6 m3/hari. Ketersediaan sumber air Sungai Progo, Sungai Bogowonto dan Waduk Sermo dengan debit sebesar 9,45 m3/dt, 2,39 m3/dt dan 0,06 m3/dt. Penyaluran air dari sumber terpilih (Sungai Progo atau Sungai Bogowonto) menggunakan pipa HDPE diameter 40 cm, dan menggunakan tangki air dengan kapasitas 907,8 m3.

Kulon Progo Airport planned to replace the Adisutjipto Airport due to the number of passengers the Adisutjipto Airport has exceeded its design capacity. The number of passengers at Adisutjipto Airport is more than 4 million passengers per year, while the design capacity is 1,5 million passengers per year. Kulon Progo Airport planned to have capacity of 20 million passengers per year, have an airport city concept and international standard airport, so the water demand estimation is also large. The purpose of this Tesis are to know the amount of Kulon Progo Airport water demand, availability of water resources, and network transmission from the source of water to the airport. The calculation for airport water demand based on passengers number plan, and standard operational buildings for airport (terminal passengers, operational buildings, masjid, ect.) in accordance with the Peraturan Dirjen Kementerian Perhubungan nomor : SKEP/77/VI/2005 and existing airports like Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Adisutjipto and Juanda. The number and kind of commercial buildings refer to Soekarno-Hatta Airport. Sources of water to meet the water demand is taken one from the alternative among Progo River, Bogowonto River and Sermo Reservoir which can fulfill some aspects such as water quantity, water quality and possible or not to distribute the water to the airport. Bassed on the analysis results obtained water demand for Kulon Progo Airport is 0,03 m3/sec or 2.580,6 m3/day. Availability of water resources discharge for Progo River, Bogowonto River and Sermo Reservoir are 9,45 m3/sec, 2,39 m3/sec dan 0,06 m3/sec. Water distribution from the selected source (between Progo River or Bogowonto River) use HDPE pipe with diameter of 40 cm, and use water tanks with a capacity about 907,8 m3.

Kata Kunci : Kebutuhan Air bersih, Bandara, Jaringan Transmisi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.