Laporkan Masalah

MITIGASI BENCANA DENGAN PEMETAAN RISIKO TANAH LONGSOR DI KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL

Agung Permana, Dr. Ir. Ahmad Rifa'i, M.T.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Kecamatan Dlingo terletak pada koordinat 7°48'45\\"LS - 7°54'40\\" LS dan 110°24'19\\" BT - 110°28'16\\" BT. Kecamatan Dlingo terletak sekitar 25 km sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Longsor beberapa kali terjadi di Kecamatan Dlingo. Peristiwa longsor terakhir terjadi di Desa Muntuk yang mengakibatkan dua rumah warga tertimbun pada 3 Januari 2013. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Dlingo beserta saran untuk mitigasinya. Penelitian mencakup pemetaan kondisi fisik, kondisi lingkungan, tata guna lahan dan kependudukan. Penelitian dilakukan dengan interpretasi peta topografi, peta geologi regional, dan peta Rupa Bumi Indonesia. Penelitian kemudian dikombinasikan dengan observasi lapangan berupa pemetaan geologi detail, pengamatan lokasi rawan longsor, pengamatan tata guna lahan dan kependudukan. Penelitian didasarkan pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis ArcGIS 9.3. Pembobotan skor faktor ancaman, kerentanan dan kapasitas menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice 11. Peta ancaman disusun berdasarkan bobot jenis batuan, kemiringan lereng, struktur geologi, curah hujan, kegempaan dan air tanah. Peta kerentanan disusun berdasarkan kerentanan ekonomi, sosial, fisik dan lingkungan. Peta kapasitas disusun berdasarkan kapasitas kelembagaan, peringatan dini, jalur dan tempat evakuasi serta countermeasure. Peta risiko disusun dari penggabungan hasil peta ancaman, kerentanan dan kapasitas. Hasil penelitian berupa peta geologi detail dan peta geologi tematik. Peta ini kemudian diolah menjadi peta ancaman. Peta ancaman menghasilkan tiga zona ancaman, yaitu ancaman tinggi, sedang dan rendah. Zona ancaman tinggi berada di Desa Mangunan, Muntuk dan Terong yang didominasi batuan breksi lapuk dan kemiringan lereng curam. Zona ancaman sedang dan rendah tersusun oleh batugamping dan kemiringan lereng yang relatif lebih landai. Peta kerentanan memberikan informasi tiga desa termasuk dalam zona kerentanan tinggi, dua desa zona kerentanan sedang dan satu desa zona kerentanan rendah. Peta kapasitas menunjukkan satu desa dengan tingkat kapasitas tinggi dan sedang serta empat desa dengan tingkat kapasitas rendah. Peta risiko menunjukkan zona risiko tinggi relevan dengan zona ancaman tinggi. Dapat dikatakan, faktor ancaman berperan lebih besar dalam menentukan tingkat risiko bencana tanah longsor. Upaya mitigasi yang perlu ditingkatkan adalah membuat tempat evakuasi di setiap desa dan perbaikan petunjuk jalur evakuasi. Rekayasa teknik yang dilakukan bisa berupa pelandaian lereng dan pembuatan terasering. Peta-peta ini diharapkan dapat memberikan informasi kondisi fisik dan lingkungan yang berhubungan dengan bencana tanah longsor agar dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menyusun sistem mitigasi bencana yang lebih efektif di Kabupaten Bantul.

Dlingo district lies at 7°48'45\\"S - 7°54'40\\" S and 110°24'19\\" E - 110°28'16\\" E longitude. Dlingo district located about 25 km southeast of Yogyakarta. Landslides occur several times in District Dlingo. Last landslide events occurred in Muntuk village which resulted in two houses buried on January 3, 2013. This study aims to create a map of landslide risks in the District Dlingo along with suggestions for mitigation. The study includes mapping physical conditions, environmental conditions, land use and population The study was conducted with the interpretation of topographic maps, regional geological maps, and Rupa Bumi Indonesia maps. The study then combined with field observations in the form of detailed geological mapping, landslide-prone locations, and land use and population. The study was based on Regulation of BNPB No. 2 Tahun 2012 on General Guidelines for Disaster Risk Assessment. Analysis was performed using Geographic Information System application ArcGIS 9.3 . Weighting factor score hazard, vulnerabilities and capacities using Analytical Hierarchy Process with the help of the software Expert Choice 11. Map compiled by the specific gravity of the threat of rock, slope, structural geology, rainfall, seismicity and groundwater. Vulnerability map prepared based on economic vulnerability, social, physical and environmental. Map prepared by the capacity of institutional capacity, early warning, and evacuation paths and countermeasures. Map compiled from the combination of the results of the risk map of threats, vulnerabilities and capacities. The results of the study in the form of detailed geological maps and thematic geological maps. This map is then processed into a hazard map. Hazard map produced three hazard zones, namely the high, medium and low hazard. High hazard zones located in the village of Mangunan, Muntuk and Terong dominated by weathered breccia rocks and steep slope. Medium and low threat zone composed of limestone and gentler slope. Vulnerability map provide information three villages included in the zone of high vulnerability, two villages included in the zone of moderate vulnerability and one village being low vulnerability zone. Capacity map shows one village with a high capacity and moderate capacity and four villages with a low level of capacity. Risk map shows zones of high risk relevant to high-hazard zones. It can be said, the hazard factors play a greater role in determining the level of risk of landslides. Mitigation measures that need to be improved is making the evacuation in every village and repair instructions evacuation route. Engineering technique that can be done by reduce the slopes and terraces manufacture. These maps are expected to provide information of physical and environmental conditions associated with landslides in order to assist in preparing the Local Government system more effective disaster mitigation in Bantul.

Kata Kunci : tanah longsor, peta ancaman, peta kerentanan, peta kapasitas, peta risiko, mitigasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.