Laporkan Masalah

KAJIAN STATUS MUTU SUNGAI DENGAN TOXICITY TEST (STUDI KASUS: SUNGAI GAJAHWONG)

Eka Risma Zaidun, Prof. Dr. Ir. Sunjoto, Dip. HE, DEA

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Kajian mutu sungai di Indonesia umumnya menggunakan metode konvensional yang meliputi aspek fisik, kimia dan mikrobiologi. Pengukuran ini dirasa kurang bisa menggambarkan pengaruh pencemaran bagi kehidupan biota sungai karena tidak melibatkan aspek biologi (lingkungan). Penelitian ini bertujuan mengkaji status mutu sungai dengan toxicity test menggunakan hewan uji: ikan mas dan udang galah sebagai bioindikator serta melakukan uji statistik, mencari hubungan keterkaitan antara data uji toksisitas dan hasil pengukuran kualitas air sungai yang meliputi TDS, pH, DO, BOD5, dan KMnO4. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah toxicity test dengan metode AOD (Aquatic Organism Environmental Diagnostic). Metode AOD terdiri dari 2 (dua) yaitu: (1) Freezing atau pemekatan sampel air dengan konsentrasi 180%, 320%, 560%, 1000% dan 1800%; (2) Bioassay adalah tahap pengujian hasil freezing dengan menggunakan bioindikator. Pengambilan sampel air di 5 (lima) titik Sungai Gajahwong (sampling musim kemarau: September s.d Oktober 2012 dan sampling musim hujan: Desember 2012 s.d Februari 2013). Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air sungai dengan pollution index (PI) diperoleh Sungai Gajahwong sudah tergolong cemar ringan berdasarkan baku mutu sungai kelas air II pada Pergub DIY No. 20 Tahun 2008. Hasil uji toksisitas data AOD pada site 1 dan 2 berkisar antara 750% - 870%, pada site 3 dan 4 antara 420% - 520% dan site 5 antara 370% - 420%. Sehingga pada site 1, 2, 3, dan 4 masih baik sebagai habitat hewan air sedangkan pada site 5 nilai AOD sudah berada diantara ambang batas hewan air tidak bisa hidup dengan baik. Hasil uji statistik mengunakan t-test dengan tingkat kepercayaan 95% selain diperoleh kesimpulan terdapat hubungan keterkaitan antara nilai AOD dan EC (electric conductivity), juga diperoleh kesimpulan terdapat hubungan keterkaitan nilai AOD dan PI.

River quality study in Indonesia uses commonly conventional method including physical, chemical and microbiological aspects. The measurement is considered less describing pollution for biota life in river because it doesn’t involve biological (environment) aspect. The research was intended to study river quality with toxicity test using animal test of carp fish (Cyprinus carpio Linn) and shrimp (Macrobrachium rosenbergii de Man) as bioindicator and doing statistical test, to look for relationship between toxicity test data and river quality measurement consisting of TDS, pH, DO, BOD5, and KMnO4. The research used toxicity test with AOD (Aquatic Organism Environmental Diagnostic) method. AOD method consist of two parts: (1) freezing water sample with concentrations of 180%, 320%, 560%, 1000%, and 1800%; (2) Bioassay, a test of freezing result using bioindicator. Water sample was taken in five points in Gajahwong River (dry season sampling in September to October 2012 and rainy season sampling in December 2012 to February 2013). Measurement of water quality with pollution index (PI) indicated what Gajahwong River was some polluted based on river quality standard of water class II in DIY Governor regulation number 20 of 2008. Result of toxicity test of AOD data in site 1 and 2 was 750% - 870%, in site 3 and 4 was 420% - 520% and site 5 was 370% - 420%. Therefore, sites 1, 2, 3, and 4 were good as water animal habitat, while AOD value in site 5 was below threshold for water animal to live well. Statistic test using t-test with 95% confidential level indicated that there is relationship between AOD and EC (electric conductivity), and there is relationship between AOD and PI.

Kata Kunci : toxicity test, metode AOD, Sungai Gajahwong, ikan mas, udang galah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.