REEVALUASI KELUARAN DAYA DAN OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID DI KAWASAN PANTAI BARU PANDANSIMO
MUKHAMAD KHUMAIDI USMAN, Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D. ; Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister Teknik SistemPantai Baru Pandansimo yang terletak di Kabupaten Bantul. Pantai Baru Pandansimo mempunyai potensi energi terbarukan yang melimpah, khususnya energi angin dan energi matahari. Berdasarkan sumber daya angin dan matahari yang ada di daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kemenristek membuat energi terbarukan yaitu pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), total kapasitas terpasang sebesar 60 kW dengan masing-masing turbin berkapasitas 10 kW sebanyak 2 unit, 2,5 kW sebayak 6 unit, 1 kW sebanyak 25 unit dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki total kapasitas terpasang sebesar 27 kW dengan masing-masing PV berkapasitas 220 WP sebanyak 48 unit, 180 WP sebanyak 150 dan 100 WP sebanyak 20 unit. Pemanfaatan PLTH di Pantai Baru Pandansimo digunakan untuk penerangan jalan, pembuatan es kristal, pengairan, warung dan wisata di daerah tersebut. Tetapi saat ini PLTH tidak mampu mencukupi kebutuhan listrik untuk warung di sekitar Pantai Baru Pandansimo. Terlihat dari banyaknya warung yang menggunakan PLN untuk kelistrikannya. Cara untuk mengetahui optimalisasi desain PLTH agar lebih optimal dan menguntungkan, yang berbasis energi terbarukan, diantaranya dengan menggunakan bantuan software Tora dan Software Homer. dengan software tersebut bisa mengetahui ketersediaan sistem pembiayaan yang melibatkan investasi, penggantian, operasional dan perawatan juga kerugian dalam beban biaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembangkit listrik yang paling optimal untuk software Homer adalah kapasitas 2,5 kW dengan jumlah 24 unit untuk turbin angin dan 27 kW untuk solar sel, sedangkan untuk software Tora didapatkan model yang optimal dengan kapasitas masing-masing 1 kW, 2.5 kW dan 10 kW untuk turbin angin dan solar sel masing-masing berkapasitas 100 WP, 180 WP dan 220 WP. Hasil simulasi Homer mampu mengoptimalkan biaya investasi awal sebesar US $ 297.981 dan daya yang dapat dibangkitkan PLTH berdasarkan potensi yang ada sebesar 117.681 kW/tahun sedangkan Tora mampu mengoptimalkan biaya investasi sebesar US $ 297.981 daya yang dapat dibangkitkan dari PLTH sebesar 109.360 kW/tahun. Hasil prosentase energi listrik yang dihasilkan dari simulasi Homer didapatkan PLTS sebesar 33 % dan PLTB sebesar 67 %, sedangkan dari hasil simulasi Tora didapatkan prosentase PLTS sebesar 49 % dan PLTB sebesar 51 %. Dari hasil perhitungan keekonomian proyek PLTH diperoleh nilai BCR sebesar 0,23 untuk harga jual listrik sesuai dengan peraturan pemerintah, dan untuk harga jual di Pantai Baru Pandansimo nilai BCR sebesar 0.04 dengan demikian maka proyek PLTH dikatakan tidak layak dibangun.
Pantai Baru Pandansimo is one of tourism site in Bantul regency, located at latitude 7o59’ 3†S (south) and longitude 110o 12’ 39†E (east). It has high source potential of renewable energy, especially wind and solar energy. Because of high presence of wind and solar energy, government of bantul decided to build hybrid power plant (HPP), consisting of 60 kW wind power plant and 27 kW solar power plant. Hybrid power plant is expected to be implemented in remote areas that can not be reached by electricity. This research aims to design system modal of hybrid power plant optimization. It simulated and optimized by using homer and tora software, then analyzed by comparing the result of both softwares based on the persentage contribution of wind turbine and solar cells. Analyzing economic value of Pantai Baru Pandansimo’s hybrid power plant by calculating NPV and BCR, whether it feasible or not to be build. The result showed that the most optimal model for homer software is 2.5 kW wind turbine, with the number of unit that used is 24 units, 27 kW solar cells. While for tora software is 1 kW, 2.5 kW and 10 kW wind turbine and 100 WP, 180 WP, and 220 WP solar cells. Homer simulation result is able to optimize the initial investment cost until U.S $ 297.981 and the power that can be generated by hybrid power plant based on the existing source potential is 117.681 kW/year. While tora is able to optimize the initial investment cost until U.S $ 297,981 and the power can be generated is 109.360 kW/year. Homer simulation is able to generated 33 % electrical energy of solar cells and 67 % electrical energy of wind turbine. While tora is able to generated 49% electrical energy of solar celles and 51% electrical energy of wind turbine. From hybrid power plant economic calculation showed that BCR value of the selling price of electricity in accordance with government regulation is 0,23 and BCR value of the selling price of electricity for Pantai Baru Pandansimo is 0,04. It can conclude that hybrid power plant is not feasible to be build. But this plant is still running for education purposed. It is expected to be applied in remote areas with high source potential of wind and solar energy.
Kata Kunci : Pantai Baru Pandansimo, PLTH, Homer, Tora