Laporkan Masalah

KONSEP BERIUK SEBAGAI BASIS PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR DI DESA AIK BERIK KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Ekanita Sovianti, Prof. Ir. Sudaryono, M. Eng., Ph.

2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Air merupakan bagian penting yang sangat dibutuhkan oleh manusia, artinya tanpa air manusia tidak akan bisa hidup. Oleh karenanya, persoalan air adalah persoalan hidup dan mati sehingga sumberdaya alam ini harus tetap dijaga dan dipelihara untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Pemberdayaan bagi masyarakat yang berada di dekat sumberdaya atau masyarakat lokal merupakan suatu bentuk pengakuan terhadap perilaku sosial budaya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksplorasi untuk membangun konsep atau teori tentang pengelolaan sumberdaya air (mata air) yang dilakukan oleh masyarakat lokal secara sosial budaya di Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan secara induktif yang didasarkan pada pandangan fenomenologis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa konsep pengelolaan sumberdaya air (mata air) didasarkan pada konsep beriuk (sama-sama). Beriuk berasal dari bahasa Sasak yang berarti sama-sama. Pengelolaan yang dilakukan secara bersama-sama dalam pemanfaatan airnya untuk air bersih dan air irigasi serta untuk pemeliharaan dan pelestariannya. Kegiatan yang dilakukan melalui gotong royong, swadaya masyarakat dan musyawarah. Tidak adanya aturan dilatarbelakangi oleh kesamaan pandangan masyarakat bahwa air masih melimpah sehingga aturan belum diperlukan. Teknologi yang digunakan masih sederhana yaitu dengan pengambilan bebas, karena masyarakat lebih membutuhkan teknologi yang dapat digunakan secara manual dan tidak rumit serta bersifat serbaguna. Lembaga-lembaga lokal yang dibentuk, tugas dan fungsinya belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Water is very important part in life, that means without water humans can not live. Therefore, the water issue is a matter of life and death it is why water and other natural resources should be maintained and preserved for the human survival community. Empowerment is a form of recognition of the socio-cultural behavior in water resource management. The purpose of this research is to explore the concept or theory in building water resources management (spring) by the local socio-cultural community in the village of Aik Berik in Central Lombok Regency. This study inductively used a qualitative method based on the phenomenological perspective. The results of this research found that the concept of management of water resources (springs) in the study area is based on the concept “beriuk”. Beriuk has been derived from the Sasak language that has meaning a equality. Management is done togetherness, through utilization of clean water and irrigation, maintenance and preservation. Activities are undertaken through mutual cooperation, nongovernmental efforts and intensive discussion. The absence of rules is motivated by a common view of the public that the water is still abundant naturally so that the rule is not necessary currant days. The used technology is as simple as free intake, because people in the community are looking for technologies that can be used manually, not complicated and versatile. The local institutions are formed alredy, however their tasks and functions still can not be fully implemented.

Kata Kunci : konsep beriuk, pengelolaan sumberdaya air, masyarakat lokal, budaya lokal, Desa Aik Berik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.