ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASIANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASIANALISIS KESIAPAN (STUDI KASUS BIRO TI BPK RI)
Wiji Atatik, Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS., Ak
2014 | Tesis | S2 Teknik ElektroImplementasi knowledge management (KM) dalam sebuah organisasi membutuhkan perubahan organisasi yang signifikan. Penilaian terhadap kesiapan organisasi dapat menjadi pedoman bagi organisasi yang merencanakan dan menerapkan inisiatif KM. Penerapan KM sangat membutuhkan persiapan yang matang agar penerapannya tidak mengalami kendala ataupun kegagalan. Persiapan awal yang matang sangat diperlukan dalam menerapkan KM dengan cara melihat keadaan organisasi tersebut apakah telah siap atau belum. Penelitian untuk melakukan analisis kesiapan organisasi dalam menerapkan KM (KM Readiness) merupakan langkah awal yang sangat menentukan apakah organisasi tersebut akan menerapkan KM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan organisasi dalam menerapkan knowledge management khususnya Biro TI Badan Pemeriksa Keuangan RI sehingga organisasi dapat mempertimbangkan inisiatif implementasi knowledge management dalam mewujudkan misi organisasi. Penelitian ini menggunakan model konseptual yang direkomendasikan Jalaldeen, dkk. untuk menilai kesiapan organisasi dengan memperhatikan faktor organisasi dan faktor individu. Model penilaian kesiapan yang digunakan terdiri atas enam variabel, yaitu struktur organisasi, infrastruktur teknologi informasi, budaya organisasi, performance expectancy, effort expectancy, dan sikap reseptif. Pengujian dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai BPK pada Biro TI dan LO TI mempunyai sikap reseptif yang tinggi, sehingga dari sudut pandang perubahan organisasi, kesiapan telah tercapai. Akan tetapi infrastruktur KM yang meliputi struktur organisasi, infrastruktur teknologi informasi dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap reseptif pegawai, begitu juga infrastruktur teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap performance expectancy.
Implementation of knowledge management (KM) within an organization requires significant organizational changes. Assessment of the readiness of the organization to guide the organization to plan and implement KM initiative. Application of KM needs good preparation so that the application does not run into problems or failures. Mature early preparation is needed in implementing KM by looking at the state of the organization whether it is ready or not. Research to analyze organizational readiness to implement KM (KM Readiness) is the first step that will determine whether the organization will implement KM. This study aims to determine the organization's readiness to implement knowledge management in particular IT Bureau of State Audit Board of Indonesia (BPK RI) so that the organization can consider the implementation of knowledge management initiatives in realizing the mission of the organization. This study used a conceptual model recommended by Jalaldeen, et al. to assess the readiness of the organization by taking into account organizational factors and individual factors. Readiness assessment model used consisted of six variables, namely organizational structure, information technology infrastructure, organizational culture, performance expectancy, effort expectancy, and receptive attitude. Testing was conducted using Partial Least Square (PLS). The results showed that employees at the Bureau IT and IT LO has high receptiveness, so from the standpoint of organizational changes, readiness has been reached. However KM infrastructure that includes organizational structures, information technology infrastructure and organizational culture does not significantly influence the receptive attitude of employees, as well as information technology infrastructure has no significant effect on performance expectancy.
Kata Kunci : kesiapan, implementasi, knowledge management, KM Readiness