Laporkan Masalah

POLA PERILAKU SPASIAL ANAK-ANAK JALANAN DI KOTA YOGYAKARTA

Septembriano Hilal, Prof.Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP, M.Sc, PhD. ; Ir. Dewanti, M.S

2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Negara Republik Indonesia, sehingga memacu orang-orang berdatangan untuk melakukan aktivitasnya di kota ini, salah satunya adalah anak-anak jalanan yang melakukan aktivitasnya di kota Yogyakarta untuk mendapatkan penghasilan sehari-harinya. Keberadaan anak jalanan di suatu lokasi masih menjadi tanda tanya besar, karena tidak ada penelitian spesifik yang saat ini telah menalaah lebih jauh kaitan antara keberadaan anak jalanan dengan lokasi tempat mereka berada. Tujuan penelitian ini adalah; 1) mendiskripsikan pola perilaku meruang anak-anak jalanan. 2) mengidentifikasi pertimbangan anak-anak jalanan dalam memilih lokasi untuk melakukan aktivitasnya. Kota Yogyakarta tidak memiki sebuah ruang khusus untuk anak-anak jalanan, namun dengan adanya ruang terbuka yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta maka terbentuklah beberapa kelompok anak-anak jalanan yang memanfaatkan ruang terbuka tersebut untuk melakukan aktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dalam pendekatan ini pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif diperkuat dengan wawancara. Subjek penelitian adalah anak-anak jalanan yang berada di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi di Kota Yogyakarta yang menjadi tempat anak-anak jalanan melakukan aktivitasnya, yaitu jalan Malioboro, Alunalun utara dan selatan, dan Pakualaman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; 1) pola perilaku meruang anakanak jalanan terbentuk dari lokasi mereka berada untuk melakukan aktivitas keseharian mereka, dimana jalan malioboro terbentuk pola linier sedangkan untuk alun-alun utara dan selatan memiliki pola radial dan pakualaman memiliki pola yang sama dengan alun-alun yakni pola radial. 2) perbedaan karakteristik ruang membuat pola perilaku anak-anak jalanan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. 3) adanya ruang terbuka yang memiliki kualitas seting yang memadai dimanfaatkan oleh anak-anak jalanan untuk mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, faktor dari pengunjung juga mempengaruhi adanya anak-anak jalanan berada di lokasi tersebut karena letak untuk mendapatkaan penghasilan berasal dari pengunjung yang berada di lokasi seting tersebut. Faktor lainnya yang mendukung sehingga anak-anak jalanan berada di lokasi adalah bangunan bersejarah, pertokoan, dan warung makan.

Yogyakarta city is one of the big cities in Indonesia. Thus, it spurs a lot of peoples to come and do their activities in this city. One of the activities which easily find every day in the city is the street children activity they do their to activities to support their existence in daily living. The street children existence in one place / location is still become a big question mark, because until this day, there’ no further specific research towards the connection between the street children existence and their existing locations. The objective of this research is 1) To describe the street children spatial behavioral pattern 2) To identify their reason when they are choose their location activity. Yogyakarta city doesn’t have a specific spatial for them (street children). But, with the open space which owned by Yogyakarta city, thus, there are several street children groups who use those open spaces to do their activities. This research used qualitative descriptive method. On this method, the data collecting activity is done via participatory observation and an interview. The subject of this research is the street children who live at the research location. This research was done in three different locations in Yogyakarta, there are: Malioboro, Alun-Alun Utara (North Alun-Alun) and Pakualaman. Those three locations are the usual locations which “used” by the street children to do their activities. This research shows that:1) The street children spatial behavioral pattern is originally developed from their daily activity locations. The linier pattern was developed on Malioboro Street while the radial pattern was, can be observed on pakualaman, north alun-alun & south alun-alun. 2) The spatial characteristic differences makes the street children behavioral pattern different from one location to another. 3) The availability of open space which has proper quality setting is used by the street children every single day in order to make a living. The people who are visiting the place, are also become a factor that influence the street children existence on that location. It is caused the spot that usually used in order to make a living (get a money) from the visitor, is on that location. Other supporting factors that make them (street children) “live” on that locations are: tourism destination area, kios and dinner.

Kata Kunci : Anak-anak Jalanan, Aktivitas, Pola Perilaku Meruang, Ruang Terbuka


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.