Laporkan Masalah

UJI POTENSI ANTITUBERKULOSIS EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) TERHADAP MULTIDRUGS RESISTANT Mycobacterium tuberculosis SECARA IN VITRO

DYAH FIHARJATIN, dr.Tri Wibawa, Ph. D

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tahun 2011 jumlah kasus baru TB di dunia sekitar 9 juta dengan angka kematian 1,4 juta. Dewasa ini muncul masalah berupa penderita yang resisten terhadap lebih dari 2 obat lini pertama TB atau Multidrugs Resistant Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB). Indonesia merupakan salah satu dari 27 negara di dunia dengan beban tinggi MDR-TB. Terapi MDR-TB sangat sulit, mahal, dan banyak efek samping. Indonesia memiliki beragam tanaman yang dikembangkan sebagai obat herbal, salah satunya bawang merah ( Allium ascalonicum L). Penelitian terdahulu menyatakan bahwa bawang merah memiliki potensi antituberculosis. Namun di Indonesia belum ada penelitan yang membuktikan potensi bawang merah sebagai antituberculosis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui potensi ekstrak etanol umbi bawang merah dalam membunuh MDR-TB serta mengetahui kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol umbi bawang merah terhadap MDR-TB. Metode penelitian : Penelitian dilakukan dengan menguji ekstrak etanol umbi bawang merah terhadap MDR-TB yang dikultur dalam media cair MB 7H9-OADC selama 10 hari kemudian diinokulasikan dalam medium LJ selama 6 minggu untuk mengamati KBM dari ekstrak tersebut. Hasil: Kontrol positif mulai tumbuh pada minggu pertama. PGA digunakan sebagai emulgator ekstrak etanol, namun dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol PGA 2% memiliki potensi membunuh MDR-TB. Ekstrak etanol umbi bawang merah dengan konsentrasi 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, dan 0.78125% memiliki potensi membunuh pertumbuhan MDR- TB. Potensi bawang merah sebagai antituberkulosis ini diduga karena kandungan berupa allicin yang mensupresi ekspresi antigen 85B MDR-TB melalui inhibisi glutation peroxidase serta kandungan quercetin yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan MDR-TB dengan mentarget DNA gyrase subunit B sehingga dapat membunuh MDR-TB. Kesimpulan :Ekstrak etanol umbi bawang merah dalam suspensi PGA 2% memiliki potensi membunuh pertumbuhan MDR- TB. Kadar bunuh minimum ekstrak etanol umbi bawang merah dalam suspensi PGA 2% adalah kurang dari 0.78125%.

Background :Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacteriium tuberculosis. In 2011, there were an estimated 1.4 million deaths among 9 million incident of TB cases globally. Nowadays, new problem arises i.e. patients who resistant to at least two first line antituberculosis drugs which is called Multidrugs Resistant Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB). Indonesia is one of 27 high MDR-TB burden countries. Treatment of MDR-TB is difficult, expensive, and it has many side effects. Indonesia has various plants available to be developed as herbal medicine such as shallot (Allium ascalonicum L.) The current research evidence showed that shallot extract has antituberculosis activity. Objective : To determine antituberculosis activity and minimum bactericidal concentration (MBC) of ethanolic extract of shallot bulbs in MDR-TB. Methods :The ethanolic extract of shallot bulbs is contacted to MDR-TB cultured in MB 7H9-OADC medium during 10 days. Then, it was inoculated in LJ medium up to 6 weeks to identify the MBC. Result : Positive control grown in first week.PGA was used as emulsifier on the ethanolic extract, however PGA 2% as a control showed a bactericidal activity. The ethanolic extract of shallot bulbs potentially put MDR- TB out at concentration 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%,and 0.78125%. This antituberculosis activity of ethanolic extract of shallot bulbs was caused by allicin that suppressed the expression of antigen 85B by inhibit gluthation peroxidase in MDR-TB, and also quercetin that inhibit MDR-TB growth by targeted DNA gyrase subunit B. Conclusion : Extract ethanolic of the shallot bulbs suspended in PGA 2% potentially put MDR-TB out. The MBC was less than 0.78125%. Keywords : Allium ascalonicum L, Multidrugs Resistant Mycobacterium tuberculosis, antituberculosis.

Kata Kunci : Allium ascalonicum L, MultidrugsResistant Mycobacterium tuberculosis, antituberkulosis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.