FUNGSIONAL KELEMBAGAAN PETAMBAK IKAN DALAM SISTEM INDUSTRI PERIKANAN DI YOGYAKARTA
SOMA JOTHISWAR SINAGA, Dr. Ir. Makhmudun Ainuri, M.Si
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANPerkembangan usaha budidaya ikan semakin sulit untuk mendapatkan keuntungan, karena harga pakan selalu naik harganya sedangkan harga jual produk ikan relatif tetap, maka dibentuklah suatu asosiasi yang dapat membuat pakan secara mandiri tanpa tergantung pakan pabrikan. ASTROPAKANIK (Asosiasi Trobosan Pakan Ikan) adalah gabungan dari kelompok budidaya perikanan seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengambilan data menggunakan wawancara dan diskusi. Metode pengolahan data menggunakan statistik deskriptif dan pendekatan Diagram ARC (Architure, Routine, dan Culture). Hasil dari penelitian ini, didapatkan 4 hal terkait ASTROPAKANIK. Pertama, kualitas Sumber daya manusia yang tergabung di dalam ASTROPAKANIK adalah tidak siap dan petambak hanya menunggu bantuan dari pemerintah, sehingga banyak petambak hanya menjadi anggota tambak yang pasif dan mempunyai partisipasi yang semu. Kedua, kondisi kelembagaan yang belum kokoh dan tidak berkembang seperti halnya belum tampak sebagai wadah untuk pemberdayaan masyarakat petambak, yang dapat membantu petambak dalam kegiatannya. Ketiga, disusun strategi pengembangan kelembagaan menggunakan konsep ARC (Architure, Routine, dan Culture) dan Keempat adalah Struktur organisasi yang dibentuk adalah organisasi fungsional yang artinya organisasi memiliki wewenang dari pimpinan tertinggi, dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
 Development of fish cultivating business are getting harder to achieve higher profit because the cost of woof always rising whereas the cost of fish products are relatively stable. That’s why some association that could create woof independently was needed. ASTROPAKANIK (AsosiasiTrobosanPakanIkan) was an association formed by groups of fish cultivator around Yogyakarta. This research formed a qualitative research which uses discussion and interview to collect data. Methods that were used to process the data weredescription statistic and ARC (Architure, Routine, and Culture) diagram approach. The conclusion from this research found that there were 4 matters concerned with ASTROPAKANIK. First was the quality of human resource that involves in ASTROPAKANIK wasn’t qualified and labors only waited for help from governments which made them passive in participating with the association. Secondly was the condition of related institute. The problem with this was that the condition wasn’t yet firmed and developing very slow which the institute should take place in empowering labors. Third, strategy was arranged in developing the institute using ARC (Architure, Routine, and Culture) concept. Finally organization structure was formed. The organization structure was a functional organization which means the organization had authorities from head manager, order was given to head of each department that had a functional position for then passed down to members with specific expertise.
Kata Kunci : Kelembagaan kelompok , Sistem industri perikanan, Kemitraan usaha