Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESENJANGAN DIGITAL PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi Kasus: Kantor Camat Pemerintah Kota Yogyakarta)

Lalu Yudhi Prihadi, Dr.techn. Ahmad Ashari, M.Kom. ; Ir. Sujoko Sumaryono, M.T.

2014 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan bahwa penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menjadikan Kota Yogyakarta lebih aepat tumbuh dan berkembang, karena merasakan bahwa dukungan teknologi menjadi salah satu masukan penting dalam proses pembangunan. Kantor Camat sebagai salah satu institusi pada Pemerintah Kota Yogyakarta telah memanfaatkan TIK dalam pelayanan publiknya, namun kurangnya kesiapan aparaturnya dalam pemanfaatannya menjadikan TIK tidak dapat digunakan secara optimal. Hal tersebut diakibatkan lebarnya jurang kesenjangan digital dr antara aparaturnya. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mempersempit kesenjangan digital dengan menggunakan model pengukuran masyarakat informasi yang digunakan di Eropa yaitu SIBIS (Statistical Indicators Benchmarking the Information Socieet). Pengujian model penelitian menggunakan model Structural Equation Modelling (SEM) dengan metode analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua faktor yang berpengaruh dalam mempersempit kesenjangan digital yaitu ketersediaan akses TIK dan intensitas pemanfaatan TIK. Terdapat tiga faktor yang tidak berpengaruh dalam mempersempit kesenjangan digital yaitu upaya pencapaian kecakapan TIK, tingkat kecakapan TIK dan kebutuhan kemampuan TIK.

Yogyakarta City Government has determined that the mastery of Information and Communication Technology [CT) will make the city of Yogyakarta is grows rapidly, because technology support is believed as one important input in the development process. Sub-district office as one of the institutions in Yogyakarta City Government has made use of ICT in the public service, but the lack of readiness of apparatur in the use of ICT make ICTs can not be used optimally. This is due to the width of the digital divide, among the apparatus. This research analyzes the factors that affect in narrowing the digital divide, using the measurement model of the information society, which is used in Europe, namely Statistical Indicators Benchmarking the Information Society (SIBIS). Structural Equation Modelling (SEM) is used as research testing model, and Partial Least Square (PLS) as analyze method. The result showed that theire are two factors that influence in narrowing the digital divide, both are, the availability of ICT access and ICT utilization intensity. There are three factors that have no effect in narrowing the digital divide, the achievement of ICT skills, the level of ICT skills and ICT skill requirements.

Kata Kunci : TIK, kesenjangan digital, SIBIS, SEM, PLS.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.