TINGKAT KETAATAN PENGOBATAN PADA PENDERITA GANGGUAN PSIKOTIK FASE AWAL DI YOGYAKARTA
ACHMAD AULIA RACHMAN, DR.dr Carla R. Marchira Sp.KJ(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Psikotik digambarkan sebagai gangguan mental dimana penderitanya mengalami hilang kontak dengan dunia nyata. Kurang lebih 5,8% masyarakat Indonesia menderita gangguan psikotik. Pengobatan antipsikotik dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, dan efek samping merupakan salah satu prediktor ketidaktaatan dalam pengobatan. Ketidaktaatan merupakan hal umum pada pasien gangguan psikotik. Terdapat hubungan langsung antara ketidaktaatan dan angka kekambuhan, namun belum ditemukan hubungan yang jelas antara efek samping pengobatan dengan ketaatan pengobatan. Tujuan : Mencari apakah terdapat hubungan antara efek samping obat dengan tingkat ketaatan pengobatan pada penderita gangguan psikotik fase awal. Metode : Cross-sectional dengan rentang waktu pengambilan data dari Oktober 2010 hingga Maret 2011. Didapatkan 100 subyek berasal dari RSUP Dr Sardjito, RSJ Ghrasia, RSK Puri Nirmala, RSUD Wates, RSUD Bantul, dan RSUD Gunung Kidul. Caregiver lalu diberi lembar laporan ketaatan pengobatan dan efek samping untuk diisi setiap pasien meminum obatnya. Kemudian dilakukan analisa statistik menggunakan Coefficient contingency. Hasil : Dari 100 orang sampel didapatkan 2 orang sampel yang mengalami efek samping. Sebagian besar pasien tidak taat pada pengobatan (40%). Analisa hubungan keduanya menunjukkan p-value=0,022 dan CC=0,267. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara efek samping obat dengan tingkat ketaatan pengobatan pada penderita gangguan psikotik fase awal dengan kekuatan hubugan yang bersifat lemah. Kata kunci : Skizofrenia, efek samping, ketaatan, gangguan psikotik fase awal
Background : Psychotic disturbance is a mental disturbance which the patient loss contact with reality. Approximately 5,8% Indonesian suffer from this disturbance. Antipsychotic medication may cause many side effects. Side effect is one of the predictor for non adherence in antipsychotic medication. Non adherence is a common thing among patients with psychotic disturbance. There is a direct relationship between non adherence and relapse rate, but there is no clear relation between side effect and medication adherence. Objective : To identify the relationship between side effect and medication adherence on patient with first episode psychosis in Yogyakarta. Method : Cross-sectional, the data was taken between the period of October 2010 and March 2011. A number of 100 test subjects from RSUP Dr. Sardjito, RSJ Gharasia, RSK Puri Nirmala, RSUD Wates, RSUD Bantul and RSUD Gunung Kidul were gathered. Caregivers were given “medication adherence†form to be filled wether the patient took medication or not. Result : 2 of 100 sample had experienced side effect of neuroleptic drug. Most of the sample showed non adherence to medication (40%). The statistical results is p-value=0,022 and CC=0,267 Conclusion : There is a relationship between side effect and medication adherence on patient with firstepisode psychosis with a weak correlation’s degree
Kata Kunci : Schizophrenia, Side effect, Adherence, Medication, Compliance, first-episode