Uji Potensi Amikasin dan Rifampisin terhadap Pertumbuhan Rapidly Growing Mycobacterium
ADELIA ULYA RACHMAN, dr. Praseno, Sp. MK,
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Pengobatan yang diberikan kepada pasien dengan penyakit paru akibat rapidly growing mycobacterium (RGM) di Indonesia hingga saat ini masih tidak tepat. Obat untuk pasien dengan penyakit paru akibat RGM berbeda dengan obat untuk pasien dengan penyakit paru akibat Mycobacterium tuberculosis. Rifampisin merupakan antibiotik yang umum digunakan untuk pengobatan penyakit tuberculosis, sedangkan amikasin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang umum digunakan sebagai agen terapi infeksi bakteri secara luas yang diperkirakan aktif terhadap RGM. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian amikasin dan rifampisin terhadap pertumbuhan rapidly growing mycobacterium (RGM) melalui metode in vitro. Metode : Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif observasional secara in vitro menggunakan metode makrodilusi. Subyek dalam penelitian ini adalah amikasin, rifampisin, dan 7 isolat klinis rapidly growing mycobacterium koleksi Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Hasil : Dari 7 isolat RGM yang diuji, didapat 86% isolat sensitif dengan rentang KHM <0.98 – 7.81 µg/µL dan 14% isolat intermediate dengan KHM 23.44 µg/µL terhadap amikasin, serta 100% isolat resisten dengan rentang KHM 5.91 - >15.75 µg/µL terhadap rifampisin. Kesimpulan : Isolat RGM lebih sensitif terhadap amikasin dibandingkan dengan rifampisin.
Background : Treatment given to patient with lung disease due to rapidly growing mycobacterium (RGM) infection in Indonesia is still not appropriate. Antibiotic drugs for patients with lung disease due to RGM infection are different from patients with lung disease due to Mycobacterium tuberculosis. Rifampicin is an antibiotic commonly used for the treatment of tuberculosis, while amikacin is an aminoglycoside antibiotic used widespread as a therapeutic agent of bacterial infection which is expected to be active against rapidly growing mycobacterium. Objectives: To determine the effect of amikacin and rifampicin against RGM by in vitro method. Method : This study is an descriptive observational study using macrobroth dilution technique in vitro. The materials used were amikacin, rifampicin, and 7 RGM isolates collection of Department of Microbiology Faculty of Medicine Gadjah Mada University. Results : From 7 tested RGM isolates, 86% isolates are sensitive with MIC range <0.98 – 7.81 µg/µL and 14% isolates are resistant with MIC 23.44 µg/µL to amikacin, while 100% isolates are resistant to rifampicin with MIC range 5.91 - >15.75 µg/µL. Conclusion : RGM isolates are more sensitive to amikacin rather than rifampicin.
Kata Kunci : Rapidly Growing Mycobacterium, Amikasin, Rifampisin, Uji Potensi Antibiotik, Kadar Hambat Minimum