Perbedaan Ekspresi Reseptor Progesteron pada Berbagai Subtipe Histopatologis Meningioma Orbitokranial Jinak
AMELINA NURRIKA, dr. Agus Supartoto, Sp.M(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLATAR BELAKANG: Meniningioma, tumor primer sistem saraf pusat yang tumbuh dari sel arachnoidal, merupakan 35% kasus tumor intrakranial. Gambaran histologis jinak ditemukan pada 90% kasus meningioma, namun beberapa bisa menjadi agresif dan tinggi rekurensinya. Kasus meningioma jinak terbanyak didapatkan pada wanita berusia 40 - 60 tahun, dan diperkirakan berhubungan dengan reseptor hormon seks, terutama reseptor progesteron (PR). TUJUAN: Mengetahui perbedaan berbagai macam subtipe histopatologis meningioma jinak berdasarkan ekspresi PR pada sel tumor meningioma. METODE: Penelitian observasional ini menggunakan metode potong lintang dengan sampel blok parafin pasien meningioma orbitokranial jinak di RSUP dr. Sardjito tahun 2011-2012. Gambaran histopatologis diperiksa dengan pengecatan Hematoksilin-eosin dan ekspresi PR diperiksa dengan pengecatan imunohistokimia menggunakan antibodi anti reseptor progesteron. Data dianalisis dengan menggunakan tes Kolmogorov-Smirnof dan Fisher’s Exact untuk mengetahui perbedaan ekspresi PR pada berbagai subtipe histopatologis meningioma. HASIL: Meningioma yang mengekspresikan PR pada sel tumor sebesar 50% dari keseluruhan kasus. Subtipe histopatologis meningioma jinak pada penelitian ini terdiri dari meningothellial meningioma (28,6%), fibroblastik meningioma (25%), transisional meningioma (21,4%), psammomatous meningioma (17,9%), dan microcystic meningioma (7,1%). Tidak ada perbedaan signifikan ekspresi PR antara berbagai macam subtipe histopatologis meningioma orbitokranial jinak. KESIMPULAN: Pada penelitian ini perbedaan ekspresi PR pada berbagai subtipe histopatologi meningioma orbitokranial jinak tidak bermakna.
BACKGROUND: Meningioma, a primary central nervous system tumor originate from arachnoids cells, contribute about 35% intracranial tumor case. Benign histological view found in 90% cases of meningioma, but several cases could be aggressive and high reccurency. Benign meningioma predominantly found women age 40 to 60; correlation predicted by the precence of sex hormones receptor biomarkers in tumor cell, especially progesterone receptor (PR). AIM: This study was conducted to know the comparation of benign orbitocranial meningioma histopathological subtypes based on PR expression. METHODOLOGY: An observational study used cross sectional method on the parrafin blocks of benign orbitokranial meningioma in RSUP dr. Sardjito during 2011-2012. Histopathologic view investigated Hematoksilin-eosin stain, and the PR expression stained by immunohistochemistry using antibody antiprogesterone receptor. Data was being analyzed Kolmogorov-Smirnof and Fisher’s Exact test for comparing the state of PR expression in different histopathological subtypes of meningiomas. RESULT: Meningioma which expressed PR in this study are 50% among all cases. Benign meningioma subtypes found in this study are meningothellial meningioma (28,6%), fibroblastic meningioma (25%), transitional meningioma (21,4%), psammomatous meningioma (17,9%), and microcystic meningioma (7,1%). No significant difference found between histopathological subtypes benign orbitocranial meningioma based on PR expression. CONCLUSION: In this study, there is no progesteron receptor difference in different subtypes of benign orbitocranial meningioma histopatologies.
Kata Kunci : Meningioma, reseptor progesteron, subtipe histopatologis