Laporkan Masalah

Perbandingan Titer IgA-EBV pada Orang Sehat di Populasi Umum dan Keluarga Penderita Kanker Nasofarings

GABRIELLA ARGY, dr. Susanna Hilda H., SpPD, Ph.D

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Kanker nasofarings (KNF) merupakan keganasan di kepala dan leher yang paling sering ditemui di Indonesia. Hubungan antara infeksi Epstein – Barr Virus (EBV) dengan KNF telah tegak, dan antibodi IgA – EBV berpotensi menjadi metode skrining terutama pada kelompok beresiko, diantaranya adalah orang sehat dengan titer IgA-EBV tinggi dan anggota keluarga inti penderita KNF. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan distribusi titer IgA-EBV pada orang sehat yang bukan anggota keluarga dibandingkan dengan anggota keluarga inti penderita KNF. Metode: Koleksi sampel darah orang sehat dan kuesioner data demografis serta lingkungan diambil dari pendonor di PMI. Plasma darah dianalisis dengan metode ELISA indirek untuk melihat titer IgA EBV kemudian dilihat distribusinya berdasarkan jenis kelamin, umur, dan latar belakang pendidikan. Distribusi titer tersebut dibandingkan dengan anggota keluarga inti penderita KNF yang diperoleh melalui data sekunder. Hasil: Tujuh puluh sembilan koma sembilan persen kelompok individu sehat non-keluarga dan 58,3% anggota keluarga inti KNF memiliki titer IgA EBV kurang dari 0,350. Distribusi titer IgA EBV pada kelompok orang sehat non-keluarga berbeda dengan kelompok orang sehat anggota keluarga inti (p<0,001), dimana proporsi titer yang tinggi didapatkan lebih besar pada anggota keluarga. Pada kelompok orang sehat nonkeluarga, distribusi titer IgA EBV dipengaruhi oleh umur individu (p=0,008), sedangkan pada kelompok orang sehat anggota keluarga inti, distribusi titer IgA EBV tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin (p=0,693), umur (p=0,298), maupun pendidikan (p=0,409). Distribusi titer IgA EBV dengan riwayat KNF dalam keluarga dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki (p<0,001), umur 40 tahun ke bawah (p<0,001), dan tingkat pendidikan SMA ke bawah (p<0,001). Kesimpulan: Distribusi titer IgA EBV pada orang sehat nonkeluarga berbeda dengan orang sehat anggota keluarga inti penderita KNF. Faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut adalah jenis kelamin laki-laki, umur 40 tahun ke bawah, dan tingkat pendidikan SMA ke bawah.

Background: Nasopharyngeal cancer (NPC) is the most common head and neck malignancy found in Indonesia. Epstein-Barr Virus is associated with NPC. Screening method have been developed by detecting antibody against EBV in high risk groups such as healthy people with high level of IgA-EBV titer and first degree family of NPC patients. Objectives: To compare the distribution of IgA-EBV titer in non-family healthy individuals and first degree family of NPC patients. Method: Blood samples and demographic data were taken from PMI healthy blood donors. Serum was analyzed using indirect ELISA method to determine IgA EBV titer. Distribution of IgA EBV titer was analyzed according to sex, age, education level and was compared to first degree family of NPC patients (secondary data). Result: Seventy nine point nine percent of healthy nonfamily individuals and 58,3% of first degree families had IgA EBV titer below 0,350. There was significant difference in the distribution of IgA EBV titer between healthy nonfamily individuals and first degree families (p<0,001). The distribution of IgA EBV titer in healthy non-family individuals was different significantly between male and female (p=0,008). However, in first degree families, the distribution of IgA EBV level was not significantly different among sexes (p=0,693), groups of age (p=0,298), and education levels (p=0,409). Furthermore, the correlation between family history of NPC and the distribution of IgA EBV titer was observed in male (p<0,001), less than 40 years old individuals (p<0,001), and individuals who have lower education level than high school (p<0,001). Conclusion: The distribution of IgA EBV titer was different between healthy non-family individuals and first degree families of NPC patients. The difference was observed in male, less than 40 years old individuals, and individuals who have lower education level than high school.

Kata Kunci : kanker nasofarings, IgA – EBV, orang sehat, keluarga inti


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.