Perbandingan Ciri Arah dan Ukuran Rigi Palatum yang Terpotong Paling Dominan oleh Garis antar Insisivus yang Sejajar dengan Raphe Mediana Palatinae antara Mahasiswa Indonesia dan India
HIKMAH NUR AGUSTINA, drg. Sara Afari Gadro, M.Kes.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Identifikasi manusia merupakan hal yang sangat penting. Metode identifikasi manusia yang sering digunakan adalah pemeriksaan sidik jari, gigi geligi, serta DNA. Namun, metode tersebut tidak selalu bisa digunakan, misalnya pada korban yang tidak memiliki jari, tidak memiliki gigi, atau telah terdekomposisi. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan analisis rigi palatum karena rigi palatum terletak di dalam rongga mulut sehingga terlindung dari trauma. Tujuan: Mengetahui adanya kemaknaan perbedaan perpotongan rigi palatum berdasarkan arah dan ukuran rigi palatum yang terpotong paling dominan oleh garis antar insisivus yang sejajar dengan raphe mediana palatinae antara mahasiswa Indonesia dengan India. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional. Subyek berjumlah 144 dengan masing-masing 72 subyek untuk mahasiswa Indonesia dan India. Pola rigi palatum diamati pada sisi kanan dan kiri palatum berdasarkan arah dan ukuran rigi. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Pada rigi palatum kiri untuk variabel arah antara populasi Indonesia dan India didapatkan p value = 0,003 sedangkan pada rigi palatum kanan didapatkan p value = 0,826. Variabel ukuran tidak dapat dilakukan uji statistik karena semua hasilnya adalah panjang. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada formulasi ciri arah rigi palatum kiri antara mahasiswa Indonesia dengan India, sedangkan pada arah rigi palatum kanan tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Ukuran rigi palatum kanan dan kiri antara mahasiswa Indonesia dengan India juga tidak terdapat perbedaan.
Background: Human identification is very important. Fingerprint, dental record, and DNA analysis are the most common human identification methods. However, those methods can not be always used, for example in the victims who have no fingers, edentulous, or the bodies are in severe decomposition. Thus, we used palatal rugoscopy because the palatal ridge is located inside the oral cavity that will protect the palatal ridge from trauma. Objective: To know whether there is a significant differences based on direction and length of the palatal ridge which is dominantly cut by parallel interincisivus line with raphe mediana palatinae between Indonesian and India student. Method: This was a cross-sectional study. A number of 144 subjects, 72 subjects are Indonesian and 72 subjects are India. Palatal ridges were examined on the right and the left side of the palate for the direction and length. We used chi-square for the statistical analysis. Result: Based on the direction of the palatal ridge, the p value on the left side of the palate is 0,003 and on the right side of the palate is 0,826. The length of the palatal ridges could not be analyzed because the results of all palatal ridges were long. Conclusion: On the left side of the palate there is a significant differences between Indonesia and India student based on the direction of the palatal ridges, but there is no significant differences on the right side of the palate. There is no significant differences based on the length of the palatal ridge.
Kata Kunci : Identifikasi manusia, identifikasi forensik, analisis rigi palatum, palatoscopy, palatal rugoscopy