Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR BERKELANJUTAN YANG BERBASIS PARTISIPASI PETANI DI KABUPATEN SLEMAN DAN BANTUL

Gendut Sudarto Kd, Drs.,B.Sc.,MMA., DR. Ir. Slamet Hartono, M.Sc

2014 | Disertasi | S3 Agronomi

Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis partisipasi petani, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dalam proses perencanaan, implementasi dan evaluasi pengelolaan sumberdaya air, (ii) menganalisis pengaruh strategi implementasi dan peran pemerintah daerah terhadap partisipasi petani dan menganalisis pengaruh strategi implementasi, peran pemerintah daerah dan partipasi petani terhadap pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan. Hipotesis penelitian ini (i) strategi implementasi dan peran pemerintah daerah berpengaruh langsung terhadap partisipasi petani dalam pengelolaan sumberdaya air, (ii) strategi implementasi, peran pemerintah daerah dan partisipasi petani berpengaruh langsung terhadap pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan. Responden dalam penelitian ini adalah para petani, pengurus P3A, pengurus GP3A Kabupaten Sleman dan Bantul. Pemilihan petani, pengurus P3A dan pengurus GP3A sebagai reponden yaitu mereka yang berada dalam satu wilayah daerah irigasi, dilakukan secara proposiv dan rendom sampling. Data dianalisis secara diskriptiv dan menggunakan Structural Equation Model. Hasil penelitian menunjukan bahwa (i) partisipasi petani,P3A dan GP3A dalam perencanaan , implementasi dan evaluasi pengelolaan sumberdaya air di Kabupaten Sleman dan Bantul umunya rendah, (ii) strategi implementasi dan peran pemerintah daerah berpengaruh langsung terhadap partisipasi petani, dan (iii) strategi implementasi, peran pemerintah daerah dan partisipasi petani berpengaruh terhadap pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan. Strategi implementasi mempunyai pengaruh terbesar terhadap pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan, diikuti dibawahnya pengaruh partisipasi petani. Peran pemerintah daerah tidak berpengaruh langsung terhadap pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan kepada Pemerintah Daerah Sleman dan Bantul (i) mengambil tindakan konkrit yang sungguh-sungguh meningkatkan partisipasi petani dalam pengelolaan sumberdaya air, (ii) meningkatkan strategi implementasi, (iii) memprakarsai peninjauan kembali UU no 7 / 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah nomor 20 /2006 tentang Irigasi dan peraturan pelaksanaan lainya, untuk membebaskan petani dan P3A dari berbagai macam biaya operasi dan pemeliharaan sarana & prasarana irigasi, dan (iv) pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan menjadi salah satu kegiatan dalam SEKBER KARTAMANTUL.

The objectives of the study are (i) to analyze participation level of farmer, water user association (P3A), group of water user association (GP3A) on planning process, implementation, and evaluation of water resource management, (ii) to analyze the influence of implementation strategy and local government role towards farmer participation level, and to analyze the influence of implementation strategy, local government role, and farmer participation towards sustainable water resource management. This study hypothizes (i) implementation strategy and local government role directly affect to farmer participation level in managing water recource, and (ii) implementation strategy, local government role, and farmer participation directly affect to water resource management. The respondents of the study are farmer, P3A board, GP3A board of Sleman and Bantul regency. The selection of irrigation command, P3A, and GP3A are done purposively while the selection of farmer is done rondomly. The total number of respondent are 180 respondents which are drawn randomly. The data are analyzed descriptively and using Structural Equation Model The results of study shows that (i) farmer, P3A, and GP3A participation on planning, implementation and evaluation of water resource management in Sleman and Bantul regency generally is low, (ii) implementation strategy and local government role inluence directly to farmer participation, and (iii) implementation strategy, local government role, and farmer participation influence sustainable water resource management. Implementation strategy has the bigest impact on sustainable water resource management, follows by farmer participation. Local government role does not affect sustainable water resource management. The study suggests to the local government of Sleman and Bantul (i) to make real effort to increase farmer participation in water resource management, (ii) to improve implementation strategy (iii) to review law No. 7/2004 about water resource and government rule No. 20/2006 about irrigation, and its implementation rule to free farmers and P3A from any cost in managing irrigation., and (iv) to make sustainable water resource management as one of the activities of SEKBER KARTAMANTUL.

Kata Kunci : partisipasi petani, peran pemerintah daerah, strategi implementasi dan pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.