Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI TEMPAT TUMBUH TERHADAP KADAR EUGENOL EKSTRAK TERSTANDAR RIMPANG Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe DARI DAERAH KALIBAWANG, TUKSONO DAN TAWANGMANGU

DITA MAYASARI, Prof. Dr. Wahyono, SU., Apt.

2014 | Skripsi | FARMASI

Indonesia adalah negara dengan potensi bahan alam yang besar terutama tumbuhan obat. Rimpang Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe sebagai salah satu tumbuhan berkhasiat, secara empiris telah digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan. Adanya variasi tempat tumbuh mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi kandungan senyawa dalam tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai parameter nonspesifik, spesifik dan kandungan senyawa eugenol dalam ekstrak rimpang temu putih serta pengaruh variasi tempat tumbuh terhadap kadar eugenol pada ekstrak terstandar rimpang temu putih dari daerah Kalibawang, Tuksono dan Tawangmangu untuk menghasilkan rimpang temu putih dengan kadar eugenol yang paling tinggi. Serbuk rimpang temu putih dimaserasi dengan etanol 96% setelah dilakukan pemilihan pelarut optimum. Ekstrak distandardisasi dan dilakukan penentuan kadar eugenol. Kadar eugenol dalam ekstrak dibandingkan dengan pengaruh variasi tempat tumbuh seperti ketinggian tempat tumbuh, intensitas cahaya, pH dan kelembaban tanah. Hasil pengujian dibandingkan signifikansinya menggunakan uji Anava dan t-test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standardisasi ekstrak memenuhi persyaratan kecuali kadar abu total dan terdapat perbedaan bermakna kadar eugenol ekstrak dari daerah Kalibawang, Tuksono dan Tawangmangu. Ketinggian tempat tumbuh, intensitas cahaya, pH, dan kelembaban tanah berpengaruh signifikan terhadap kadar eugenol ekstrak etanol rimpang temu putih. Tuksono adalah daerah yang menghasilkan rimpang temu putih dengan kadar eugenol yang paling tinggi yaitu 0,18%.

Indonesia is a country with great potential for natural products, especially medicinal plants. The rhizome of Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe as one of nutritious plants, has been used empirically in the communities for treatment. The variation of growing area influences environmental conditions that are likely to influence the content of compounds in plants. This study aims to determine the values of parameter nonspecific, specific and content of the eugenol compound in the extracts of zedoary rhizome as well as the effect of variation of growing area for the level of eugenol on standardized extract zedoary rhizome from Kalibawang, Tuksono and Tawangmangu to produce zedoary rhizome with the highest levels of eugenol. The dried powders of zedoary rhizome are macerated with 96% ethanol after choiced the optimum solvent. Extract is standardized and determined the levels of eugenol. The levels of eugenol in the extract compared with the effect of variation of growing area likes altitude of growing area, light intensity, pH and soil moisture. The results are compared by ANOVA and t-test with a level of significance was 95%. The results showed that the standardization of extract is fulfilled the requirement excepts the total ash content and the levels of eugenol extracts were significantly different from Kalibawang, Tuksono and Tawangmangu. The altitude of growing area, light intensity, pH, and soil moisture had a significant effect on the level of eugenol for ethanol extracts. Tuksono was the area that produces zedoary rhizome with the highest levels of eugenol which was 0.18%.

Kata Kunci : Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe, ekstrak terstandar, standardisasi ekstrak, variasi tempat tumbuh


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.