KEBERLANJUTAN PROGRAM SUMUR RESAPAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA
Dian Yuhendri, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.; Ir. Kawik Sugiana, M.Eng., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahKawasan Perkotaan Yogyakarta adalah suatu wilayah yang terbentuk berdasarkan fungsi, proses aglomerasi menciptakan Kawasan Perkotaan Yogyakarta yang mendorong terbentuknya suatu dimensi operasional yang baru dalam pengelolaan wilayah perkotaan ini, dengan sifat dan permasalahan kekotaan tetap melekat pada kawasan baru ini. Perkembangan jumlah penduduk dan pemukiman serta makin luasnya tutupan lahan mempengaruhi daya dukung dan daya tampung kawasan, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi kawasan perkotaan adalah tata kelola sumber daya air, sehingga diperlukan sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan seperti sumur resapan air hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan partisipasi masyarakat dan faktor – faktor yang mempengaruhinya pada pelaksanaan program sumur resapan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dengan pemerintah, pengamat lingkungan dan komunitas masyarakat yang berpartisipasi dalam pelaksanaan program, untuk memahami partisipasi masyarakat yang menjadi keunikan dalam pelaksanaan program ini digunakan dua sampel yaitu pelaksanaan program yang difasilitasi pemerintah dan program yang dilaksanakan masyarakat secara mandiri. Berdasarkan sebarannya terdapat 3.099 unit sumur resapan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta, 1623 unit diantaranya berada di daerah Kabupaten Sleman, 950 unit di kota Yogyakarta dan 526 unit di daerah kabupaten Bantul, perbedaan dari pelaksanaan program yang difasilitasi pemerintah dan yang dilaksanakan secara mandiri ada pada metode pelaksanaan, hal ini menjelaskan bahwa fasilitator terutama masalah teknis sangat dibutuhkan pada program sumur resapan agar bangunan sumur resapan dapat berfungsi dengan baik Partisipasi masyarakat dalam keberlanjutan program sumur di kawasan perkotaan Yogyakarta ini dipengaruhi oleh manfaat program, kondisi sosial ekonomi komunitas, kualitas pimpinan komunitas, kesadaran masyarakat tentang konservasi air tanah serta ikut berperan aktifnya masyarakat dalam program ini
Yogyakarta Urban Area is an area formed base on function. Agglomeration process has created Yogyakarta Urban Area to support the establishment of a new urban area management operational dimension with its nature and problems. The raising amount of population and residents, and the field covering affect the area supporting and accommodation ability. One of the urban area problems is water source management, it needs sustainability urban drainage such as Infiltration well. The purpose of this research is to describe the community participation and the factors that affected the infiltration well program application at Yogyakarta Urban Area. The research uses descriptive qualitative method with in-depth interview to the government, environmental observer, and community who participated on the program’s application to comprehend community participation. There two samples n this research namely the program application with government’s facilitation and apply independently by the community. Base on the distribution there are 3,099 units infiltration well at Yogyakarta Urban Area, where 1,623 in Sleman Regency, 950 in the city, and 526 in Bantul Regency. The difference of the program facilitated by the government and the independent program is on the application method. It explains the need for facilitator especially with technical problems is actually need to make the infiltration well to function in excellence. Community participation on this program is affected with program’s benefit, community’s economics and social condition, community’s leader quality, community awareness on underground water conservation, and the community active role in this program
Kata Kunci : Kawasan Perkotaan, Sumur Resapan, Berkelanjutan, Partisipasi Masyarakat.