Penentuan Prioritas Pilot Project Implementasi Sistem e-Audit dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Pada BPK RI)
Catur Setiawan, Dr.Eng. Silmi Fauziati, S.T., M.T.
2014 | Tesis | S2 Teknik ElektroUji coba implementasi sistem e-Audit pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) saat ini menggunakan metode percontohan (pilot project), hal tersebut dikarenakan sumber daya yang terbatas. Di samping itu, dalam menentukan prioritas satuan kerja pelaksana sistem e-Audit tersebut masih menggunakan metode penentuan secara konvensional, yaitu dengan cara melakukan penunjukan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas satuan kerja pelaksana pilot project pada implementasi sistem e-Audit melalui pendekatan multi kriteria sebagai bahan perti mbangan. Multiple Criteria Decision Making (M CDM ) digunakan decision maker dalam mengambil keputusan terstruktur, sehingga diharapkan memperoleh hasil yang optimal dari adanya implementasi sistem tersebut. Dalam penelitian ini diperlukan suatu alat analisis yang disebut Analytical Hierarchy Process (A HP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pembagian kuesioner dan wawancara langsung dengan para responden/narasumber ahli, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku literatur serta pedoman umum dan laporan ataupun dokumentasi pelaksanaan e-Audit pada tahun 2011-2012. Dalam anal isis dengan metode AHP, hal yang paling pokok dilakukan adalah pembuatan dekomposisi masalah. Dekomposisi masalah dalam penelitian ini terdiri dari lima level, yaitu level satu (tujuan utama), level dua (kriteria), level tiga (sub kriteria), level empat (alternatif). Kriteria yang digunakan adalah usulan para ahli yang selanjutnya dijadikan sebagai alat bantu penelitian, yaitu menggunakan STOPE framework (Strategy, Technology, Organization, People, Environment) yang tel ah dimodifikasi. Untuk pengolahan data digunakan sebuah perangkat lunak Expert Choice® 11 untuk mensimulasikan permasalahan yang ada dengan inputan data-data yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini adalah sebuah model terstruktur yang dapat dimanfaatkan decision maker sebagai pertimbangan dalam melaksanakan piloting e-Audit tahap selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perwakilan Jawa Barat merupakan prioritas terbaik yang dipilih oleh responden ahli dengan bobot prioritas global sebesar 0,352, sedangkan Perwakilan Sulawesi Selatan menempati urutan kedua dengan nilai 0,248.
Due to limited resources, the pilot implementation of e-Audit system in the Indonesian Supreme Audit Institution (BPK) is currently using the pilot project method. In addition, in determining the priority the e-Audit system is still using the conventional method, direct election. This study aims to determine the priority of a pilot project unit implementing on the implementation of e-Audit system through the multi-criteria approach for consideration. Multi Criteria Decision Making (M DCM) can be used to help the decision maker on taking structured decisions, which optimal result obtained from the system implementation is expected. this study requires an analysis tool called the Analytical Hierarchy Process (AHP). Primary and secondary data are used in this research. Primary data was obtained from questionnaires and direct interview with respondents/expert speakers, while secondary data was obtained from literatures and e-Audit general guidelines 2011-2012, reports and/or documentation. The most important step in the AHP method is problem decomposition. In this step problem is decomposed in five levels: level one (main goal), level two (criteria), level three (sub criteria) and level four (alternative work unit). The criteria used are based on experts‟ suggestion, namely modified STOPE (Strategy, Technology, Organization, People, and Environment) framework. Expert Choice® 11 software is used in data cultivation for simulating the problem. The results of this research are a structured model which can be used by decision maker as a consideration on excecuti ng the next piloting e-Audit phase. The results showed that West Java Representative Office are the best priority chosen by the expert respondents to the global priority weights of 0.352, while South Sulawesi Representative Office second ranks with a value of 0.248
Kata Kunci : Implementasi sistem, pilot project, Analytical Hierarchy Process (A HP), Multi Criteria Decision Making (M CDM )