OPTIMASI ALOKASI DAN PENJADWALAN PERALATAN PEMELIHARAAN RUTIN JALAN DENGAN ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus Peralatan Pemeliharaan Rutin Jalan Nasional di Provinsi Sumatera Selatan)
Franky Simamora, Akhmad Aminullah, S.T., M.T., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Teknik SipilPeralatan pemeliharaan rutin digunakan dalam membantu pekerjaan pemeliharaan rutin jalan. Ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar menyebabkan peralatan yang dimiliki harus didistribusikan terlebih dahulu pada lokasi-lokasi pekerjaan. Pola distribusi peralatan secara menetap pada satu lokasi untuk kurun waktu tertentu menyebabkan jumlah peralatan tidak mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah pekerjaan. Penjadwalan beserta optimasi alokasi peralatan diperlukan sebagai alternatif pola distribusi yang ada untuk mengatasi kekurangan peralatan. Ketersediaan peralatan dan jumlah pekerjaan merupakan dasar yang digunakan dalam penjadwalan penggunaan peralatan. Penjadwalan peralatan bertujuan agar peralatan dapat digunakan pada beberapa lokasi berbeda tanpa terjadinya bentrok penggunaan peralatan. Sistem optimasi alokasi dengan algoritma genetika akan merepresentasikan penjadwalan dalam bentuk gen dan kromosom untuk mengoptimalkan perpindahan peralatan dengan tujuan untuk menekan biaya. Sistem optimasi alokasi dan penjadwalan diterapkan untuk menjadwalkan sebanyak 46 unit peralatan pada pekerjaan pada 12 lokasi pekerjaan yang berbeda. Hasil penjadwalan optimal menemukan bahwa peralatan Wheel Loader dan Motor Grader merupakan jenis-jenis peralatan dengan frekuensi perpindahan lokasi paling besar diantara peralatan lain sehingga membutuhkan biaya mobilisasi yang besar. Berdasarkan evaluasi biaya, ditemukan bahwa penerapan sistem optimasi alokasi dan penjadwalan peralatan akan membutuhkan biaya Rp.1.089.510.600 atau lebih kecil sekitar Rp.236.725.000 dari biaya yang dikeluarkan sebelumnya.
The road routine maintenance equipments are fleets of equipment needed in helping a number of road routine maintenance work. National roads in South Sumatera that located separately make the equipment owned must be distributed to the work sites. The equipment distributed by a pattern which allow the equipment located permanently in one location for a certain period of time makes equipments insufficient if compared with the amount of work. Optimization and scheduling is considered as alternative to the existing distribution pattern in order to solve the equipment shortage problem. The number of equipments can be used and work to be completed is used as the basis in scheduling. Equipment scheduling should ensure all equipment can be used in several locations within a time duration without any equipment clashed. Genetic algorithm optimization uses genes and chromosomes as problem representation in optimization the allocation for equipment's scheduling with a particular way in order to optimize the equipment mobilisation that reduce the mobilisation costs . Scheduling and optimization for 46 equipments that used to help works at 12 different locations succesful without any clashed in equipment utilization. The scheduling result indicates motor grader and wheel Loader are two equipments with the greatest moving frequency so require the largest mobilization costs. Based on overall cost evaluation, the application of the allocation and scheduling system would cost approximately Rp.1.089.510.600 or smaller Rp.236.725.000 from costs that previously incurred to meets the equipment needs.
Kata Kunci : penjadwalan alat, pemeliharaan rutin jalan, algoritma genetika