FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP DEPRESI PADA MAHASISWA TAHUN KEDUA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA KELAS REGULER
Sri Rahayu Hartini, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, SpKJ(K); Dr. Dra. Sumarni DW, MKes
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSBeberapa penelitian terhadap mahasiswa kedokteran mendapatkan hasil depresi yang cukup tinggi. Mahasiswa kedokteran tahun kedua adalah kelompok yang rentan terhadap gangguan mental emosional terutama depresi. Di usianya, mereka sedang menghadapi berbagai permasalahan baik akademis maupun non akademis. Secara akademis, mahasiswa kedokteran tahun kedua mulai menyadari banyaknya beban perkuliahan dan praktikum yang harus dikerjakannya. Secara non akademis mereka sedang berada pada usia peralihan yang membutuhkan daya adaptasi yang baik. Peralihan belajar dari siswa menjadi mahasiswa, peralihan dari tinggal bersama orangtua menjadi hidup mandiri, peralihan dari budaya asli orangtua kepada budaya tempat perkuliahan. Disamping itu faktor dalam diri mahasiswa dan faktor orangtua atau keluarga juga berpengaruh terhadap depresi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan terhadap depresi pada mahasiswa tahun kedua FK UGM Yogyakarta kelas reguler. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa tahun kedua FK UGM Yogyakarta kelas reguler dengan subjek penelitian sebanyak 238 mahasiswa. Sampel diambil pada bulan Juni 2013. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah kuesioner data sosiodemografi, Beck Depression Inventory (BDI) dan kuesioner upacara ritual. Data Penelitian dianalisis dengan uji Chisquare dan multipel regresi logistik. Penelitian ini mendapatkan hasil depresi pada mahasiswa tahun kedua FK UGM Yogyakarta kelas reguler sebesar 24,8%. Faktor yang secara signifikan berperan terhadap depresi mahasiswa tahun kedua FK UGM Yogyakarta kelas reguler adalah suku bangsa (p=0,044; 95%CI=0,250-0,988) dan upacara ritual (p=0,017, 95%CI=1,192-6,234). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah faktor upacara ritual berperan terhadap depresi mahasiswa tahun kedua FK UGM Yogyakarta kelas reguler.
Studies showed depression on medical students is relatively high. Second year medical students are the most vulnerable group to mental emotional disorders, especially depression. second year students have to face both academic and non academic problems. During the second year, medical students begin to realize the burden of lectures and laboratorium practice they have to face. In non academic they were at the age of transition that requires a good adaptability. The transition from student in high school to student in a college, the transition from living at home by their parents to living independently, the transition from native culture to culture where they was lecture. Besides, factors in students theirself and their parents or family factors also affect of student depression. This study aim to identified the factors that contribute to depression in the second year students of the Medicine Faculty of GMU (Gadjah Mada University) Yogyakarta regular classes. The research was a descriptive analytic study with design cross sectional. Subjects were second year students of the Medicine Faculty of GMU Yogyakarta regular classes with study subjects as many as 238 students. Samples were taken in June 2013. The research instrument used was a sociodemography questionnaire, Beck Depression Inventory (BDI) and ceremonies rituals questionnaire. The study data were analyzed with Chi - square test and logistic multiple regression. Study was found depression in second year student of the Medical Faculty of GMU Yogyakarta regular classes amounts to 24.8 %. Factors that significantly association with depression in the second year students of the Medicine Faculty of GMU Yogyakarta regular classes are ethnic (p=0,044; 95%CI=0,250 to 0,988) and rituals ceremony (p=0.017; 95% CI=1.192 to 6.234). Conclusion of this study is rituals ceremony are contribute to depression in the second year students of the Medicine Faculty of GMU Yogyakarta regular classes
Kata Kunci : depresi - mahasiswa kedokteran – suku bangsa – upacara ritual