Laporkan Masalah

Inovasi Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang Berkelanjutan di Kota YOGYAKARTA

Laurencius Martua H, Prof.Ir. Bakti Setiawan, M.A.,Ph.D

2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Berbagai fungsi yang melekat pada Ruang Terbuka Hijau seperti fungsi ekologis, fungsi sosial, fungsi arsitektur/estetika dan fungsi ekonomi menjadikannya penting sebagai penyeimbang bagi lingkungan binaan. Mengingat pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau tersebut, maka diperlukan pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan standar luas wilayah, jumlah penduduk, dan kebutuhan oksigen serta menemukan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ruang terbuka hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Yogyakarta setelah mencermati berbagai prestasi di bidang lingkungan hidup yang diperoleh Kota Yogyakarta dimana keberadaan RTH menjadi salah salah faktor pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling kepada narasumber yang benar-benar menguasai topik penelitian sehingga data dan informasi yang diperoleh bersifat valid dan objektif. Penelitian ini menemukan fakta bahwa secara luasan RTH Kota Yogyakarta telah memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yakni 30 persen dari wilayah administrasi. Namun kondisi tersebut belum mampu mendukung kebutuhan oksigen yang dibutuhkan. Pengelolaan RTH yang inovatif ditemukan dalam 6 (enam) ragam inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Berbagai inovasi tersebut berlangsung selama masa pemerintahan Walikota Hery Zudianto. Hal ini menunjukkan pentingnya komitmen pemimpin dalam memberikan arahan pembangunan yang berkelanjutan. Kedepannya diharapkan Pemerintah Kota Yogyakarta senantiasa melakukan inovasi serta intensifikasi dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau agar terwujud pembangunan yang berkelanjutan.

Various functions are attached to the green open space such as the ecological function, the social function, the function of architecture/ aesthetics and economic function have making it an important as a counterweight to the built-up area. Given the importance of the green open space, it would require an innovative and sustainable management. The purpose of this study is to identify the availability of green open space by the standard area, population, and the need for oxygen and find innovations that made by the goverment of Yogyakarta city in the management of green open space. This research was conducted in the city of Yogyakarta after looking at the various achievements in the environmental field obtained Yogyakarta where the presence of green open space become one of the supporting factors. This research used descriptive qualitative method and used sampling techniques such as purposive sampling to the informant who really expert to research topics so that the data and information obtained is valid and objective. This study found that the area of green space in the city of Yogyakarta has fulfilled the mandate of Law Number 26 Year 2007 on Spatial Planning videlicet 30 percent of the administrative area. However, these conditions have not been able to support the needs of the oxygen it needs. Innovative green space management is found in six variety of innovations that made by Yogyakarta City Government. Various innovations took place during the reign of Mayor Hery Zudianto. It shows the importance of a leader 's commitment to deliver sustainable development guidelines. In the future Yogyakarta City Government is expected to continues to innovate and intensification in the management of green open space in order to actualize sustainable development.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.